Tim RCL Sukabumi bersama Korlap relawan tim tanggap bencana Desa Loji, Kecamatan Simpenan / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – 47 hari pasca jembatan penghubung di Kampung Bojong Kopo, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, Mengalami kerusakan berat akibat banjir, termasuk amblasnya pondasi ujung jembatan setelah dihantam arus deras dari hulu yang membawa puing dan batang pohon besar pada 6 Maret 2025 .Akibatnya, akses jalan lumpuh dan menyebabkan diberlakukan buka tutup kendaraan roda dua.
Egi Hardianto, relawan sekaligus Korlap tim tanggap bencana, mengatakan para relawan kini fokus mengatur lalu lintas dan memantau kondisi cuaca secara bergiliran selama 24 jam. “Kami relawan bergantian jaga 24 jam di sini. Selain ngatur lalu lintas biar gak saling tubruk, kami juga pantau cuaca takutnya air naik lagi,” ujarnya pada Selasa (22/04/2025).
Baca: https://mediaaksara.id/jembatan-alternatif-bojongkopo-rusak-dihantam-banjir-akses-warga-terganggu/
Ia mengungkapkan berbagai kendala dihadapi di lapangan, mulai dari pengendara yang tidak sabar hingga kondisi jalan yang macet. Meski begitu, para relawan tetap bersemangat menjalankan tugas.
![]()
Menurut Egi, jembatan ambruk karena hantaman material berat yang terbawa arus deras dari hulu. Warga kini berharap percepatan pembangunan jembatan segera dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat. Karena jalur tersebut sangat penting, terutama bagi pelaku usaha dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan.
” Kita harap jembatannya cepat dibangun lagi. Soalnya banyak yang usaha terganggu, terus kalau ada yang sakit juga kasihan susah aksesnya,” tambah Egi di Lokasi Jembatan Bojong Kopo.
Warga bersama para relawan mendesak pemerintah daerah dan Provinsi Jawa Barat untuk segera mengambil langkah cepat demi memulihkan aktivitas masyarakat.
Sumber: RCL Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







