Anggota TNI bersama orang tua anak yang dirawat diduga keracunan di Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebanyak 32 siswa dari delapan kampung di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, mengalami gejala mual, muntah, demam, hingga diare usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (6/8/2025). Dugaan sementara mengarah pada indikasi keracunan makanan, namun sumber pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.
Kepala Puskesmas Cidolog, Cepi Hermansyah, mengatakan keluhan kesehatan anak-anak tersebut datang dari Kampung Tugu (11 siswa), Cikadu (4), Pasir Malang (4), Ciawitali (9), Ciwaru (1), Ciseupan (1), Citiis (1), dan Cisuren (1). Satu anak bernama Arkais (9) sempat dirawat intensif di Puskesmas, namun kini sudah dipulangkan.
“Gejalanya seragam, seperti mual, muntah, sakit perut, demam, diare, dan tubuh lemas. Seluruh pasien kini dalam kondisi membaik,” ujar Cepi, Kamis (7/8/2025).
Pihak dapur penyedia MBG bersama Forkopimcam langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan. Juan Setiawan, Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cidolog, menegaskan pihaknya belum bisa memastikan sumber penyebab.
“Sampel makanan sedang diuji oleh Dinas Kesehatan. Menu yang didistribusikan sebelumnya sudah dicek dalam kondisi baik dan sesuai petunjuk teknis, baik dari sisi jarak maupun waktu tempuh ke sekolah,” kata Juan.
Menu MBG pada hari kejadian terdiri dari nasi kuning tanpa santan, orek tempe, telur dadar cincang, sayuran, dan buah. Menurut Juan, jumlah siswa terdampak relatif kecil dibanding total penerima MBG di Kecamatan Cidolog, yakni 3.234 siswa dari 57 sekolah.
Tim medis telah memeriksa tanda vital seluruh anak, memberikan obat simptomatik, dan melakukan edukasi kepada orang tua agar lebih waspada terhadap kebersihan makanan dan lingkungan.
Sumber : ABWS
Redaktur : Rapik Utama







