Kondisi Jembatan Penghubung Antar Wilayah di Desa Tarisi dan Bantargadung / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Enam bulan sudah warga Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, harus menanggung kesulitan akibat terputusnya jembatan penghubung antarwilayah yang dihantam luapan sungai.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga Desa Tarisi, Hegarmanah, Bantargadung, hingga ke Desa Bantarkalong. Putusnya jembatan membuat mobilitas warga terhambat, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun kegiatan perekonomian.
Sutendi, Kepala Desa Tarisi menyampaikan harapannya agar pembangunan jembatan yang kabarnya akan segera dilaksanakan bisa dikerjakan dengan kualitas terbaik.
“Ya kalau kualitas mah kami berharap sekokoh mungkin, jadi jangan sampai pembangunan jembatan nantinya kurang maksimal,” ujarnya kepada MediaAksara, Jumat (29/8/2025).
Sejak jembatan roboh, warga terpaksa memutar melalui Jembatan Lalay di Desa Bantarkalong dengan jarak tempuh tambahan sekitar 10 kilometer. Kondisi semakin riskan karena saat ini warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu dan kayu yang dibangun secara swadaya. Para pengendara motor pun harus ekstra hati-hati saat melintas karena rawan kecelakaan.
Baca: https://mediaaksara.id/viral-jembatan-gantung-jampangkulon-rusak-bupati-sukabumi-segera-dibangun-ulang/
Meski begitu, kabar baik datang setelah adanya informasi bahwa jembatan akan dibangun oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkimsih) Kabupaten Sukabumi. Namun, kepastian jadwal pelaksanaan masih ditunggu warga.
“Alhamdulillah katanya mau dibangun dari Dinas Perkimsih, tapi kami belum tahu kapan,” tambah Sutendi.
Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan ini. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama mobilitas masyarakat sekaligus jalur penting perekonomian antar desa.
Reporter : Juliansyah







