Tangkapan layar video warga gotong orang sakit lewati jalan rusak di Kp. Cibening, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Sebuah video di media sosial memperlihatkan kondisi memilukan warga menggotong orang sakit menggunakan tandu tradisional menyusuri jalan berbatu dan terjal. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.
Salah seorang warga terdengar mengungkapkan keluh kesahnya dengan bahasa Sunda dalam video tersebut.
” Setiap aya anu gering, aya anu maot di gotong selalu. Ini jalan model kieu, arek dibawa motor jalanna ripuh, artinya: Setiap ada yang sakit, atau meninggal selalu di tandu, mau dibawa motor jalannya susah,” ujarnya.
Baca: https://mediaaksara.id/ukw-pwi-bandung-pecahkan-rekor-90-persen-wartawan-lulus-ini-pesan-pentingnya/
Kondisi ini menjadi ironi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur yang terus digaungkan. Jalan bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan akses vital menuju layanan dasar kesehatan, pendidikan, serta perekonomian warga.
Terpisah, Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat menjelaskan ruas jalan yang dikeluhkan warga merupakan jalan desa dengan total panjang sekitar 2,2 kilometer yang hingga kini belum seluruhnya teraspal.
” Untuk bagian ujung jalan yang terhubung langsung ke jalan nasional, sepanjang kurang lebih 300 meter sudah diaspal melalui Program Jalan Lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) yang bersumber dari pokok pikiran anggota DPRD Tahun Anggaran 2024–2025,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (15/2/2026).
Syarif menambahkan, sebelumnya pihak kecamatan bersama pemerintah desa telah melakukan musyawarah bersama warga Kampung Cibening, Desa Bantargadung. Dalam musyawarah disampaikan anggaran perbaikan jembatan yang runtuh akibat bencana hujan deras.
“Anggaran perbaikan jembatan itu bersumber dari SILPA Dana Desa pada pos Ketahanan Pangan Tahun 2025, dengan nilai sekitar Rp179 juta. Namun, warga masyarakat justru mengusulkan agar anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan atau pengaspalan jalan, karena dinilai sama-sama mendukung akses Jalan Usaha Tani sepanjang kurang lebih 200 hingga 300 meter,” jelasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







