Pempek ikan tuna Dapurkin Snack berawal dari lomba HJKS 2025 dan kini dikembangkan sebagai kuliner oleh-oleh khas Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Kreativitas mengolah hasil laut melahirkan beragam produk kuliner di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya pempek ikan tuna produksi UMKM Dapurkin Snack yang dikembangkan Kinkin di kawasan Palabuhanratu.
Menariknya, pempek berbahan dasar ikan tuna awalnya dibuat mengikuti lomba olahan ikan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2025. Produk itu berhasil meraih juara dan kemudian dikembangkan menjadi produk yang dipasarkan kepada masyarakat.
”Awalnya pempek dibuat untuk mengikuti lomba olahan ikan dalam rangka HJKS Kabupaten Sukabumi tahun 2025. Alhamdulillah mendapatkan juara, kemudian kami terus mengembangkan produk ini sampai sekarang,” ujar Kinkin.
Baca Juga :
BPK Temukan Pembayaran Honor Dewas RSUD R. Syamsudin, Pengembalian dan Penghentian Dilakukan
Menggunakan ikan tuna sebagai bahan utama, Dapurkin Snack menawarkan pempek dengan harga sekitar Rp15 ribu per porsi. Produk siap santap dapat ditemukan di depan Telkom, sekitar kawasan Pendopo Palabuhanratu.
Selain siap santap, pempek tuna juga tersedia dalam bentuk frozen, sehingga dapat dibawa pulang sebagai buah tangan. Produk frozen di antaranya dipasarkan melalui Koperasi PLUT dan Gedung Opak Jampang, Surade.
Baca Juga :
Jelang Pilkades Serentak 2027, Kejari Sukabumi Bongkar Tiga Isu Krusial Desa
Kinkin berharap pemasaran pempek tuna dapat semakin luas sehingga dikenal masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu.
”Kami berharap pemasaran pempek ikan tuna ini bisa semakin luas dan ke depannya bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Pempek tuna Dapurkin Snack menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi hasil laut lokal melalui kreativitas UMKM. Pengembangan produk dan perluasan pemasaran diharapkan dapat menambah pilihan kuliner sekaligus buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palabuhanratu.
Sumber : Rcl Sukabumi
Redaktur: Rapik Utama







