Kondisi sawah terendam air milik warga Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID -Lahan pertanian milik warga Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan tak lagi produktif akibat dugaan luapan air dari bendungan PLTMH Kertamukti.
Sedikitnya 27 pemilik lahan di Kampung Bojongkerta RT 01 RW 01 terdampak langsung. Sawah yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan kini terus terendam air dengan ketinggian mencapai 1 hingga 2 meter.
Warga menyebut, genangan air mulai terjadi sejak adanya pembangunan bendungan. Kondisi dinilai berbeda dengan banjir tahunan yang sebelumnya bersifat sementara.
“Gak hujan juga air naik. Sawah jadi tergenang, beda sama banjir tahunan,” ujar salah satu pemilik lahan.
Akibatnya, sawah tidak lagi bisa digarap. Meski pihak perusahaan disebut telah memberikan ganti rugi untuk tanaman dan kayu, hingga kini tanah yang terendam belum mendapatkan kompensasi.
“Mau digarap juga percuma, terendam terus,” keluhnya.
Sementara itu, perwakilan PLTMH Kertamukti, Pri, menyatakan komunikasi dengan warga sudah berjalan dan proses penyelesaian dilakukan bertahap.
“Tahap satu sawah sudah diselesaikan. Tahap dua kebun sudah ada kesepakatan dan komunikasi dengan pemilik,” ujarnya, Jumat (30/1) melalui seluler.
Terkait kemungkinan pembebasan seluruh lahan terdampak, pihak perusahaan tidak menutup kemungkinan, namun mengakui adanya keterbatasan keuangan.
“Kalau memang merugikan warga, mau tidak mau harus dibebaskan. Tapi kondisi keuangan saat ini belum stabil,” pungkasnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







