Ilustrasi pembangunan SD di Kota Sukabumi melalui program revitalisasi Kemendikdasmen RI / Foto: Istimewa ‘Ai’
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi terus memantau program revitalisasi sekolah yang didanai pemerintah pusat. Hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 14 sekolah dasar (SD) telah melaksanakan program, dua di antaranya rampung 100 persen.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Sukabumi, Dadi Rulanto, mengatakan 12 SD lainnya telah mencapai progres sekitar 70 persen. Penyelesaian pekerjaan masih menunggu pencairan sisa anggaran sebesar 30 persen dari pemerintah pusat.
Sementara di jenjang sekolah menengah pertama (SMP), revitalisasi telah berjalan di dua sekolah. Salah satunya SMP Negeri 2 dengan progres sekitar 25 persen.
Di sisi lain, sebanyak 11 SD yang telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) masih menunggu kepastian bantuan. Status perjanjian kerja sama (PKS) sekolah-sekolah tersebut belum tersedia dalam aplikasi karena masih menunggu kepastian anggaran perubahan dari pemerintah pusat.
BACA JUGA :
Dinkes Sukabumi Ajak Klinik dan Rumah Sakit Swasta Bantu Warga Terdampak Penonaktifan BPJS
”Fokus kami sekarang memaksimalkan program tahun 2026, termasuk kepastian untuk 11 sekolah dasar tersebut. Kami menunggu arahan kementerian terkait anggaran dan waktu pelaksanaan,” ujar Dadi, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penentuan penerima bantuan revitalisasi mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terutama terkait kondisi sarana dan prasarana serta tingkat kerusakan bangunan sekolah.
Disdikbud berharap bantuan dapat menjangkau lebih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak. SD Cibungur yang telah mengikuti bimtek diharapkan segera memperoleh bantuan, sedangkan SD Kabandungan masih menunggu undangan bimtek untuk peluang program berikutnya.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana anggaran pelaksanaan (RAP), Disdikbud melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi dengan konsultan pengawas serta fasilitator pemerintah pusat.
Dikantor Disdikbud, Dadi menegaskan, penyelesaian program yang sedang berjalan dan kepastian bantuan bagi 11 SD menjadi perhatian utama. Kejelasan anggaran, jadwal, dan PKS diperlukan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan efektif serta tidak terkendala tenggat waktu pada akhir tahun.
Reporter: Ronald Alesander
Redaktur: Rapik Utama







