Home / Pemerintahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Dinkes Sukabumi Ajak Klinik dan Rumah Sakit Swasta Bantu Warga Terdampak Penonaktifan BPJS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi diwawancara awak media / Foto: MediaAksara

‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mengajak klinik, rumah sakit swasta, dunia usaha, dan para donatur berkolaborasi membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.

‎Ajakan tersebut menjadi bagian dari gerakan “Hati Bersemi”, yang mengusung semangat kolaborasi dan optimalisasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi bagi persoalan kesehatan masyarakat.

‎Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai MediaAksara di Kantor UPT Dinkes Cisaat, Jumat (16/10/2026).

‎Menurut Masykur, tantangan pelayanan kesehatan semakin besar di tengah efisiensi anggaran, penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta tingginya tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

‎Karena itu, ia menegaskan tanggung jawab kesehatan bukan hanya berada pada Dinas Kesehatan, rumah sakit, atau puskesmas, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pihak.


Baca Juga : ‎

‎DPR RI Minta Tinjau Ulang Rencana  Batalyon TP 345 di Sukabumi, Petani Bagja Sutra Sampaikan Aspirasi ke Wakil Rakyat ‎

‎”Melalui Hati Bersemi, saya mengajak semua pihak, terutama yang memiliki kemampuan, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

‎Sebagai langkah awal, Dinkes Kabupaten Sukabumi akan mengajak klinik dan rumah sakit swasta berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

‎Kadinkes berharap fasilitas kesehatan dapat menjadi orang tua asuh bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.

‎Selanjutnya, kolaborasi akan diperluas dengan melibatkan perusahaan, dunia usaha, para donatur, dan pihak lain yang memiliki kemampuan membantu pembiayaan kepesertaan masyarakat.


Baca Juga : ‎

MUI Jawa Barat Terbitkan Tujuh Imbauan Sambut Hari Santri Nasional 2026

‎‎”Dalam upaya mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC), saat ini hampir 400 ribu kepesertaan dinonaktifkan,” katanya.

‎Ia berharap, setidaknya separuh dari kepesertaan yang terdampak penonaktifan dapat diaktifkan kembali secara bertahap melalui kolaborasi berbagai pihak.

‎”Targetnya tidak muluk-muluk, minimal setengahnya bisa diaktifkan secara bertahap. Dengan begitu, kita berharap dapat mencapai UHC,” ujarnya.

‎Melalui gerakan Hati Bersemi, Dinkes Kabupaten Sukabumi berharap keterlibatan lintas sektor dapat memperluas akses masyarakat terhadap jaminan kesehatan, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perlindungan layanan kesehatan.

‎

‎Reporter : @Sr1

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan

Pemerintahan

DPRD Sukabumi Soroti Penegakan Reforma Agraria, Hak Petani atas LPRA di Lahan Eks PTPN Harus Dilindungi

Pemerintahan

Dua Pekan 1.300 Siswa di Sukabumi Tak Terima MBG, SPPG di Nagrak Ungkap Kendala Data BGN

Pemerintahan

Tegas! Dikeluhkan Warga Perum karena Bau Menyengat, Peternakan Ayam di Nagrak Disegel Satpol PP Sukabumi ‎

Pemerintahan

Target 10 Besar Porprov Jabar, KONI Sukabumi Perkuat Kolaborasi dengan Pengusaha

Pemerintahan

Wali Kota Sukabumi Ajak Ulama Bersinergi Atasi Pengangguran dan Tingkatkan Kesejahteraan