Home / Kabar Daerah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Perjuangan Keluarga Desil 3, Aye dan Kakaknya Difabel Tetap Berkarya, Pemdes Talaga Komitmen Bantu

‎Pemdes Talaga bersama Mitra Babinsa mengunjungi keluarga Aye terdaftar Desil 3 dan penyandang disabilitas, Kecamatan Caringin Sukabumi/ Foto: Istimewa

‎CARINGIN, MEDIAAKSARA.ID – Keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik tidak selalu menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Hal itu terlihat dari perjuangan keluarga Andreas Saputra (18), atau akrab disapa Aye, remaja penyandang disabilitas yang tinggal bersama keluarganya di sebuah rumah sederhana di Kampung Cipuntang, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

‎Di tengah keterbatasan yang dihadapi keluarga, Aye bersama sang kakak, Salas bersama sang Ibunda, tetap menunjukkan ketertarikan terhadap dunia seni. Kreativitas melalui lukisan dan sastra menjadi bagian dari aktivitas mereka sehari-hari.

‎Aye diketahui merupakan siswa kelas XI Madrasah Aliyah At-Toyyibah Cipuntang. Kondisi ini sebelumnya menjadi perhatian setelah dinamika sosial mengenai keadaan keluarga mereka ramai diperbincangkan melalui pemberitaan dan media sosial.

‎‎Merespons perhatian publik, Pemerintah Desa Talaga melakukan kunjungan ke kediaman keluarga Aye pada Sabtu (3/10/2026). Kunjungan dilakukan bersama unsur mitra Pemdes untuk melihat kondisi keluarga sekaligus menampung kebutuhan dan aspirasi keluarga.

‎Kasi Kesra Desa Talaga, Deni, mengatakan pemerintah desa telah menerima informasi mengenai kondisi keluarga Aye dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.


Baca Juga : ‎

26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan

‎”Kami sudah mengunjungi rumah Andreas atau Aye bersama Babinsa dan perangkat desa. Usulan dari keluarga sudah kami terima dan akan kami koordinasikan untuk ditindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait,” ujar Deni saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).

‎Menurut Deni, keluarga Aye tercatat dalam Desil 3 pada basis data sosial-ekonomi pemerintah. Dalam DTSEN, Desil 3 merujuk pada kelompok rumah tangga yang berada pada peringkat 21–30 persen tingkat kesejahteraan terendah. Data tersebut menjadi salah satu basis dalam pemutakhiran dan pelaksanaan berbagai program sosial pemerintah.

‎Deni menambahkan, pemerintah desa juga akan melakukan pengecekan kondisi keluarga secara langsung sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran kebutuhan yang lebih utuh.

‎”Kami juga akan menindaklanjuti dengan pengecekan ke lapangan bersama pihak Koramil,” katanya.

‎Kunjungan pemerintah desa, kata Deni, bukan hanya berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan keluarga.


Baca Juga :

Aktivitas Cut and Fill di Kawasan Industri Cikembar Dihentikan, Warga Soroti Izin Dokumen Lingkungan dan Sosialisasi

‎Ia menyebut keluarga Aye menyambut baik kedatangan pemerintah desa.

‎‎”Pihak keluarga sangat berterima kasih atas kedatangan kami. Selain silaturahmi, kami juga ingin menampung keinginan dan aspirasi dari pihak keluarga,” ujarnya.

‎Selanjutnya, Pemerintah Desa Talaga berencana berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk menyampaikan kondisi serta aspirasi keluarga tersebut.

‎‎”Rencananya hari Senin kami akan koordinasi dengan pihak kecamatan sekaligus menyampaikan keinginan warga,” ungkap Deni mewakili Kepala Desa Talaga melalui sambungan seluler.

‎Persoalan dinamika sosial yang dihadapi keluarga Aye menjadi salah satu gambaran penanganan kerentanan sosial tidak cukup hanya dilihat dari kondisi ekonomi. Akses terhadap pendidikan, ruang untuk mengembangkan kemampuan, kondisi tempat tinggal, serta dukungan terhadap penyandang disabilitas juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara menyeluruh oleh pemerintah.


Baca Juga : ‎

SMPN 2 dan Rumah Terdampak Cuaca Ekstrem, Wabup Sukabumi Salurkan Bantuan ke Warga Cicurug

‎Dimulai dari kinerja unsur Pemerintah desa melaksanakan peran penting dalam mengidentifikasi kebutuhan warga di tingkat paling dekat dengan masyarakat, termasuk melakukan koordinasi dan pemutakhiran data apabila terdapat perubahan kondisi keluarga.

‎Dalam kebijakan nasional, DTSEN memang digunakan sebagai basis data sosial-ekonomi yang mencakup kondisi individu atau keluarga serta peringkat kesejahteraan, dan pemutakhirannya diatur melalui Permensos Nomor 3 Tahun 2025.

‎Karena itu, tindak lanjut terhadap keluarga Aye tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan bantuan sosial, tetapi juga perlu melihat kebutuhan keluarga secara menyeluruh serta potensi yang dimiliki Aye dan Salas.

‎MediaAksara.id sebelumnya juga telah meminta penjelasan kepada Pemerintah Desa Talaga mengenai sejumlah hal, antara lain sejak kapan pemerintah desa mengetahui kondisi keluarga Aye dan Salas, status keluarga dalam DTSEN, kategori kesejahteraannya, mekanisme pemutakhiran data apabila diperlukan, serta langkah pemerintah desa bersama BPD dalam menangani kerentanan sosial warga.

‎‎Selain itu, pemerintah desa juga dimintai penjelasan mengenai pendataan keluarga penerima bantuan sosial dan apakah sebelumnya pernah dilakukan penempelan stiker penanda penerima bantuan sosial program Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

‎Sekilas pertanyaan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi yang berimbang sekaligus memastikan persoalan keluarga Aye tidak berhenti pada perhatian di media sosial, tetapi dapat diikuti dengan penjelasan dan langkah nyata dari pihak-pihak terkait.

‎

‎Reporter :@Sr1

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

SMPN 2 dan Rumah Terdampak Cuaca Ekstrem, Wabup Sukabumi Salurkan Bantuan ke Warga Cicurug

Kabar Daerah

Pesta Siaga Cidahu Bersama Wabup Sukabumi, 280 Peserta Ikuti Pembinaan Kepramukaan

Kabar Daerah

Aktivitas Cut and Fill di Kawasan Industri Cikembar Dihentikan, Warga Soroti Izin Dokumen Lingkungan dan Sosialisasi

Kabar Daerah

Krisis Air Bersih Menghantui Warga Sukabumi, Bantuan Didistribusikan ke Sejumlah Titik

Kabar Daerah

Tantan Sulthon Resmi Pegang Kemudi PWI Jabar, Ini Susunan Kepengurusan Periode 2026–2031 

Kabar Daerah

‎27 Ketua TP PKK Kecamatan Dilantik, Bupati Sukabumi Tekankan Kepekaan dan Koordinasi di Wilayah

Kabar Daerah

Motor Korban Dugaan Penipuan dan Penggelapan Ditemukan, Polsek Jampangkulon Kembalikan kepada Pemilik ‎

Kabar Daerah

Empat Tugas Baru Bhabinkamtibmas, Aipda Emin di Cibadak Kini Jadi Agen Perlinsos hingga Penggerak Ketahanan Pangan ‎