Kadis Perkim Kabupaten Sukabumi bersama Muspika Warungkiara melaksanakan monev pembangunan Jembatan Tarisi usai jembatan sementara roboh akibat luapan sungai cicareuh pada Kamis (20/11/2025) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres pembangunan Jembatan Tarisi, Kecamatan Warungkiara yang dilaksanakan oleh CV Karya Darmawan. Langkah ini diambil setelah beredarnya video ambruknya jembatan gantung sementara akibat luapan sungai pada Kamis, 20 November 2025, yang sempat menyita perhatian publik.
Monev dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pekerjaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Fokus peninjauan meliputi kondisi fisik jembatan permanen, progres konstruksi, serta aspek keselamatan di lapangan.
Kepala Desa Tarisi, Sutendi menegaskan bahwa jembatan yang roboh merupakan jembatan gantung sementara yang dibangun swadaya warga untuk aktivitas harian sambil menunggu jembatan utama selesai dikerjakan.

Sementara itu, Kadis Perkim, Sendi Apriadi menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen masih sesuai timeline kontrak, dimulai sejak Agustus dan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada awal Desember 2025.
Dalam kegiatan Monev turut hadir Camat, Kepala Desa Tarisi dan Hegarmanah, pihak pelaksana kegiatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pengawas lapangan CV Karya Darmawan. Warga sekitar juga terlihat bergotong royong membersihkan dan memperbaiki aliran sungai yang terdampak.
Terpisah, pengawas lapangan CV Karya Darmawan, Lucky F. Asari mengatakan akan sesuai mengikuti progres perencanaan pembangunan jembatan Tarisi.
“Kami sebagai pelaksana dilapangan, insyallah progres pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan dan selesai mencapai target yang telah ditetapkan, serta mengkoordinasikan dilapangan bersama masyarakat melalui kepala desa dan camat,” singkatnya.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







