Ilustrasi Dua orang mengaku LSM KPK diamankan Satreskrim Polres Sukabumi dalam OTT terkait dugaan pemerasan kelompok tani di Desa Karangpapak, Cisolok / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Dua orang yang mengaku sebagai anggota LSM KPK Jabar diamankan Satreskrim Polres Sukabumi dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap Kelompok Tani Ciraden Girang, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok.
Keduanya diamankan Jumat (18/9/2026) malam di kawasan Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, setelah diduga meminta uang kepada kelompok tani terkait program bantuan ternak domba tahun 2025.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ciraden Girang, Robi Farid, mengatakan kedua orang awalnya datang ke lokasi kelompok sekitar pukul 09.00 WIB untuk menanyakan bantuan domba.
Menurut Robi, persoalan muncul setelah mereka menyebut adanya ketidaksesuaian jumlah ternak. Kelompok melaporkan sekitar 40 ekor, sedangkan pihak yang mengaku dari LSM tersebut menyebut 20 ekor.
Baca Juga :
Kebakaran Rumah di Jampangkulon, Dua Warga Luka dan Lima Jiwa Mengungsi
Kedua pihak kemudian bertemu sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam pertemuan itu, menurut Robi, keduanya meminta Rp6 juta untuk menyelesaikan persoalan yang menurut mereka program Poktan tidak sesuai.
“Kami keberatan. Kami sebenarnya kalau untuk bensin siap. Tapi kalau segitu, kami dari mana?” ujar Robi.
Merasa tidak melakukan pelanggaran, kelompok tani kemudian berkoordinasi dengan polisi. Pertemuan kembali dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB di Citepus.
Robi mengatakan dalam pertemuan pihaknya menyerahkan Rp5 juta. Polisi kemudian melakukan OTT dan mengamankan kedua orang tersebut.
Baca Juga :
Waduh! Saat Ruang Kerja Berubah Jadi Ruang Karaoke, Wakapolres: Sekdishub Sukabumi Resmi Tersangka
“Iya, akhirnya kami ketemuan lagi jam 10 malam untuk kami pancing transaksi. Benar ada transaksi di situ. Kami serahkan nominal Rp5 juta,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam,” ujar Dudi, Sabtu (19/9/2026).
Dudi mengatakan kedua terduga masih menjalani pemeriksaan. Polisi mendalami keterangan para terduga dan saksi untuk mengungkap dugaan modus serta motif dalam perkara dugaan pemerasan.
Sumber: @Jja
Redaktur: Rapik Utama







