Tradisi Budaya Seren Taun yaitu Ngagondang di Kasepuhan Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Tradisi adat Ngagondang kembali menggema dalam rangkaian Seren Taun Kasepuhan Sinar Resmi ke-446 yang digelar pada Sabtu malam, 12 Juli 2025 , di Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Rangkaian kegiatan rutin ini menjadi penanda dimulainya puncak upacara Seren Taun, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat adat kepada alam dan Sang Pencipta.
Antusias warga, tokoh adat, tamu undangan, dan wisatawan dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk menyaksikan prosesi adat yang diawali dengan arak-arakan hasil bumi, diiringi tabuhan gondang, angklung buhun, dan tari tradisional. Tradisi Ngagondang, berupa tabuhan alat musik gondang, menjadi simbol pemersatu harapan masyarakat untuk keberkahan panen tahun mendatang serta penghormatan terhadap leluhur.
Tokoh adat Kasepuhan Sinar resmi, Abah Asep Nugraha, menyampaikan tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi merupakan bentuk perwujudan nilai-nilai keseimbangan alam, spiritualitas, serta identitas budaya Sunda buhun yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Camat Cisolok turut hadir dalam acara dan menyampaikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, kepada MediaAksara mengapresiasi kegiatan Seren Taun yang dinilainya sangat penting dalam menjaga kelestarian budaya Sunda.
“Kami sangat mendukung kegiatan seni budaya Sunda karena merupakan salah satu potensi warisan budaya leluhur yang patut dijaga dan dikembangkan. Tradisi seperti Ngagondang juga menjadi kekuatan besar dalam menarik minat wisatawan budaya ke Sukabumi,” ungkapnya melalui seluler pada Minggu (13/7/2025).
Tradisi Seren Taun menjadi bagian penting dari upaya menjaga jati diri budaya daerah, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Selain itu, Seren Taun turut menghidupkan potensi wisata adat dan spiritual yang menjadi ciri khas Sukabumi sebagai daerah yang kaya nilai kearifan lokal.
Koresponden: Ojan
Redaktur: Rapik Utama







