Sambut Hari Santri 2026, MUI Jabar Tekankan Pendidikan Karakter dan Persatuan / Foto: Istimewa
BANDUNG, MEDIAAKSARA.ID – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menerbitkan tujuh imbauan dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor B-673/Dp-P.XII/X/2026, tertanggal 15 Oktober 2026 M atau 4 Jumadil Ula 1448 Hijriah, sebagaimana dikutip dari akun resmi MUI Jawa Barat.
Dalam surat imbauan, MUI Jawa Barat menegaskan peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat karakter, meningkatkan semangat keilmuan, serta meneguhkan kontribusi santri bagi agama, bangsa, dan negara.
MUI Jawa Barat mengajak seluruh pondok pesantren, madrasah, lembaga pendidikan Islam, serta elemen masyarakat untuk menyemarakkan Hari Santri melalui kegiatan yang bermakna dan memberikan manfaat bagi umat.
Pertama, melaksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026 secara serentak dan khidmat di lingkungan pondok pesantren, madrasah, serta lembaga pendidikan Islam lainnya, sebagaimana tradisi yang telah berjalan.
Baca Juga :
Kedua, menjadikan momentum Hari Santri untuk memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan akhlakul karimah. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki kecintaan terhadap agama, bangsa, dan negara.
Ketiga, meneladani serta mengabadikan semangat perjuangan para kiai, ajengan, guru ngaji, ustaz, dan ustazah yang telah mengabdikan diri dengan ikhlas, rendah hati, berdedikasi, serta berakhlak mulia dalam mendidik umat demi kemajuan Indonesia.
Keempat, mendorong para santri agar terus bersemangat, pantang menyerah, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai bekal meneruskan perjuangan mewujudkan bangsa Indonesia yang adil, berdaulat, makmur, dan bermartabat.
Kelima, mengajak pondok pesantren, madrasah, lembaga pendidikan Islam, dan masjid untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan positif, seperti upacara peringatan, istigasah, doa bersama bagi para pahlawan dan syuhada, serta kajian keislaman.
Baca Juga :
Satreskrim Polres Sukabumi Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Perkebunan Jati Ciemas
Keenam, mengisi peringatan Hari Santri dengan kegiatan yang mendorong sportivitas dan kreativitas, di antaranya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di lingkungan pesantren. Pembinaan kebugaran jasmani dinilai penting untuk mendukung kesehatan rohani sekaligus membentuk santri yang memiliki kesiapan fisik dan mental dalam beribadah serta menuntut ilmu (tholabul ilmi).
Ketujuh, memperkokoh silaturahmi dan sinergi antara ulama, umara atau pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat guna menjaga kerukunan dan ketertiban. Upaya ini juga diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui imbauan ini, MUI Jawa Barat berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, semangat menuntut ilmu, serta persatuan di tengah masyarakat.
MUI Jawa Barat juga mengajak seluruh pihak melaksanakan imbauan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab demi kemaslahatan umat.
Surat imbauan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Jawa Barat, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I., dan Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Drs. H. Jamjam Erawan, M.A.P.
Reporter: @Sr1
Redaktur: Rapik Utama







