Liburan Lebaran 2026: Kunjungan Wisatawan ke Pantai Palabuhanratu membludak, khususnya RTH Citepus, Kecamatan Palabuhanratu,Kabupaten Sukabumi / Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Lonjakan wisatawan pada liburan Idulfitri 1447 Hijriah membawa geliat signifikan bagi sektor pariwisata di kawasan Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (23/3/2026).
Salah satu titik favorit pengunjung terlihat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Sejak pagi hingga siang hari, kawasan ini dipadati ratusan hingga ribuan wisatawan, baik dari Sukabumi maupun luar daerah. Area parkir di sepanjang Jalan Citepus pun dipenuhi kendaraan yang datang silih berganti.
Cuaca panas dengan terik matahari tidak menyurutkan antusiasme pengunjung. Terutama anak-anak, yang tetap asyik berenang dan bermain pasir di tepian pantai, menikmati momen libur Lebaran bersama keluarga.
Selain panorama alam, geliat ekonomi masyarakat juga terlihat jelas. Ratusan tenda pelaku UMKM berjajar di sepanjang kawasan RTH Citepus, menawarkan beragam kuliner khas. Pengunjung tampak memanfaatkan tempat tersebut untuk berteduh sambil menikmati semilir angin laut, ditemani minuman segar seperti kelapa muda seharga sekitar Rp15 ribu, hingga jajanan lokal seperti cilok ikan dan aneka makanan ringan lainnya.

Tak hanya itu, daya tarik wisata juga diperkuat dengan aktivitas warga menawarkan pengalaman berkuda di sepanjang pantai dengan tarif berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, yang cukup diminati wisatawan, khususnya keluarga dan anak-anak.
Sementara itu, peningkatan jumlah pengunjung turut berdampak pada arus lalu lintas. Hingga berita ini diterbitkan, kepadatan kendaraan terpantau terjadi dari arah Bagbagan menuju Palabuhanratu hingga Cisolok. Arus sebaliknya, dari Cisolok ke Palabuhanratu, juga mengalami kepadatan dengan kondisi merayap.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa Pantai Palabuhanratu masih menjadi salah satu destinasi unggulan saat momentum libur panjang, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal di sektor pariwisata.
Sumber: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







