Penguatan Koperasi WBP: Lapas Warungkiara sukabumi Ikuti Bimtek dan Workshop di LPKA Bandung Jawa Barat / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Lapas Kelas IIA Warungkiara mendorong penguatan tata kelola Koperasi Merah Putih Warga Binaan (KMP-WB) melalui keikutsertaan Kepala Lapas, Kurnia Panji Pamekas, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Workshop Pembinaan Koperasi WBP yang digelar Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Barat. Agenda berlangsung pada 26–27 November 2025 di Aula LPKA Bandung dan menjadi forum strategis membangun ekosistem koperasi warga binaan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang memaparkan model pengembangan koperasi masa kini, peningkatan produktivitas anggota, hingga penguatan sistem administrasi berbasis regulasi terbaru. Peserta meliputi pejabat pembinaan pemasyarakatan, pengurus koperasi warga binaan, serta perwakilan lapas dan LPKA se-Jawa Barat.
Kalapas Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, dalam keterangan resmi menegaskan koperasi bukan sekadar sarana ekonomi internal, melainkan instrumen pembinaan yang berperan besar menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan, dan kesiapan reintegrasi sosial bagi warga binaan.
“Koperasi Merah Putih Warga Binaan merupakan instrumen penting dalam pembinaan kemandirian. Melalui bimbingan teknis, kami berkomitmen meningkatkan tata kelola koperasi sesuai standar Kementerian Koperasi serta menyusun roadmap usaha yang terarah dan berkelanjutan,” ujar Kurnia Panji Pamekas, Kamis (27/11/2025).
Bimtek dikemas secara aplikatif, mencakup pelatihan penyusunan rencana usaha, pemetaan potensi anggota, hingga mekanisme akuntabilitas berbasis transparansi. Peserta juga mendapatkan materi pengembangan value chain koperasi, strategi pemasaran, pengawasan keuangan, dan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar.
Secara regulatif, program selaras dengan amanat UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menempatkan pembinaan kemandirian sebagai pilar penting pembangunan narapidana. Kegiatan juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden RI serta bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam membentuk sistem pemasyarakatan yang produktif dan berdaya saing.
Dengan pembinaan berkelanjutan, Lapas Warungkiara menargetkan KMP-WB tidak hanya menjadi wadah praktik kewirausahaan di dalam lapas, melainkan menjadi modal sosial yang bermanfaat saat warga binaan kembali ke masyarakat. Koperasi yang sehat akan menjadi fondasi bagi WBP untuk memiliki daya saing dan siap berkontribusi positif setelah bebas.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







