Home / Kabar Daerah

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:47 WIB

KTH Sukagalih Dikenalkan Budidaya Sacha Inchi, AKSARA: Peluang Ekonomi Hijau Desa Penyangga TNGHS

KTH Sukagalih Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi dikenalkan budidaya sacha inchi oleh Yayasan AKSARA, Minggu (8/2/2026). / Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Kelompok Tani Hutan (KTH) Kopel Kampung Sukagalih, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, dikenalkan budidaya kacang sacha inchi sebagai alternatif usaha berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kegiatan ini difasilitasi Yayasan AKSARA dan digelar di Saung Pertemuan KTH Kopel, Minggu (8/2/2026).

Pengenalan sacha inchi bertujuan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa penyangga hutan tanpa harus merusak kawasan. Tanaman bernilai tinggi ini dinilai cocok dikembangkan melalui sistem tumpangsari dan agroforestri.

Dalam diskusi, praktisi dan pelaku usaha sacha inchi, Jaja Jamaludin, menjelaskan permintaan sacha inchi terus meningkat di pasar global, terutama untuk kebutuhan pangan sehat dan industri berbahan alami.

Baca: https://mediaaksara.id/diduga-diabaikan-dputr-longsor-susulan-di-jalan-sriwedari-ambrukkan-tiga-ruko-umkm/

“Permintaan tinggi, sementara petaninya masih terbatas. Ini peluang besar bagi petani lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, sacha inchi tidak memerlukan perubahan besar pada struktur lahan sehingga aman dikembangkan di kawasan hutan garapan.

Sementara itu, perwakilan Yayasan AKSARA, Asep Supriyadi, menegaskan kegiatan sejalan dengan pendampingan KTH sejak 2023, termasuk penguatan legalitas pengelolaan lahan.

Baca: https://mediaaksara.id/ibu-melahirkan-di-sukabumi-ditandu-pakai-bambu-bayi-meninggal-diduga-akibat-jalan-rusak/

“Dengan legalitas yang ada, KTH memiliki ruang berusaha sekaligus tanggung jawab menjaga kawasan,” ujarnya.

Menurut Asep, pendampingan difokuskan pada pemulihan ekosistem melalui pengembangan usaha ramah lingkungan, mengingat wilayah Sukagalih berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Yang kami dorong adalah keseimbangan. Masyarakat tetap memperoleh penghasilan, fungsi ekologis kawasan juga terjaga,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/pengurus-pac-pdi-perjuangan-jampangkulon-sambangi-korban-kebakaran-curughilir-dorong-pembangunan-rumah/

Ke depan, pengenalan sacha inchi akan dilanjutkan pendampingan teknis dan penguatan jejaring pemasaran agar manfaat ekonominya dapat dirasakan anggota KTH.

“Hutan akan lebih terlindungi ketika masyarakat sekitarnya memiliki pilihan hidup yang layak. Dari sanalah ekonomi hijau bisa tumbuh,” pungkas Asep.

 

Sumber : @Sep M

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Pemdes Bantargadung Klarifikasi Perbedaan Volume Pembangunan Jalan dengan Dokumen RAB

Kabar Daerah

Pengusaha Sukabumi Tuntut Pengembalian Dana Rp218,25 Miliar Terkait Kerja Sama Dapur MBG

Kabar Daerah

BPK PENABUR Cicurug Integrasikan STEM, Robotik, Coding, dan AI dalam Kurikulum: Siapkan Generasi Industri Masa Depan

Kabar Daerah

Warga Gotong Royong Tambal Jalan Rusak Perbatasan Bantargadung – Cikidang, Harapkan Perbaikan Permanen

Kabar Daerah

Tim Voli Putra Muspika Jampangkulon Juara Karang Taruna Cup Ciparay 2026

Kabar Daerah

Semarak Anak Ikuti Playdate Literasi Digital, Sukabumi Perkuat Peran Orang Tua Mendidik Generasi Cerdas Teknologi

Kabar Daerah

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Sukabumi Gaungkan Aksi Nyata Kelola Sampah dan Keadilan Iklim

Kabar Daerah

Heboh! Dari Kawasan Wisata Sukabumi, Ilmuwan Temukan Bakteri Baru yang Berpotensi Mengubah Dunia Industri dan Kesehatan