Warga bersama relawan HILMI FPI berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya di area leuit (lumbung padi) di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi Cisolok, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07/RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026). Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdasarkan keterangan Dandim 0622 sekitar 70 kepala keluarga atau 420 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bangunan MCK umum sekitar pukul 14.00 WIB. Api dengan cepat merembet ke rumah-rumah panggung berbahan kayu yang menjadi ciri khas permukiman adat Kasepuhan Banten Kidul.
Proses pemadaman melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Masyarakat serta berbagai relawan kemanusiaan. Namun, upaya pemadaman terkendala krisis air di tengah musim kemarau dan akses jalan menuju lokasi yang cukup sulit. Mobil pemadam bahkan harus berulang kali mencari sumber air untuk mengisi tangki.

Relawan Hilal Merah Indonesia Front Persaudaraan Islam (HILMI FPI) Kabupaten Sukabumi, Abdillah, kepada MediaAksara mengatakan sekitar 10 relawan HILMI FPI bersama DPC FPI Cisolok turut membantu memadamkan api bersama warga, aparat gabungan dan petugas pemadam. Menurutnya, keterbatasan pasokan air membuat kobaran api sulit dikendalikan.
“Kami bersama warga memadamkan api dengan air seadanya. Mobil damkar juga harus bolak-balik mencari sumber air karena persediaan sangat terbatas,” ujarnya melalui sambungan seluler.
- Baca Juga : https://mediaaksara.id/pelajar-15-tahun-diduga-dianiaya-saat-pulang-futsal-polres-sukabumi-buru-para-pelaku/
Selain menghanguskan permukiman, kebakaran juga membakar puluhan leuit (lumbung padi) milik warga adat. Bara api yang disertai embusan angin membuat tumpukan padi sulit dipadamkan, meski sebagian hasil panen masih berhasil diselamatkan.
Saat ini, warga terdampak sementara mengungsi di rumah kerabat dan tetangga. Relawan FPI juga tengah berkoordinasi untuk membuka dapur umum serta penggalangan bantuan berupa makanan siap saji, pakaian, dan kebutuhan pokok bagi para korban.
Reporter: De
Redaktur: Rapik Utama







