P2BK Jampangkulon dan relawan jampang peduli mendistribusikan bantuan air kepada warga dan fasilitas publik / Foto: Istimewa
JAMPANGKULON, MEDIAAKSARA.ID – Keterbatasan ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan yang harus dihadapi sebagian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah bersama relawan dan petugas penanggulangan bencana memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga melalui pendistribusian bantuan air bersih.
Bantuan air bersih bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Bangunan dan Prasarana Jawa Barat, dengan pelaksanaan di lapangan melibatkan Relawan Jampang Peduli serta pendampingan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK).
Yuda Pratama dari BPBD Kecamatan Jampangkulon mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air.
”Bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan ketersediaan air bersih,” ujar Yuda, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga :
26 Tokoh Nasional Masuk Wantimpres Prabowo, Nama Rocky Gerung hingga Ignasius Jonan Jadi Sorotan
Menurutnya, penyaluran dilakukan secara langsung ke sejumlah titik yang membutuhkan. Dalam pelaksanaannya, fasilitas pelayanan publik dan masyarakat yang terdampak menjadi bagian dari sasaran distribusi.
Adapun sejumlah lokasi yang mendapatkan perhatian antara lain puskesmas, kantor UPTD Dinas Pendidikan, fasilitas pelayanan publik lainnya, serta masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tingkat kecamatan, P2BK turut berperan dalam mendampingi proses pendistribusian bantuan. Peran ini mencakup koordinasi, pendataan lokasi yang membutuhkan pasokan air, hingga membantu memastikan distribusi berjalan tertib dan sesuai sasaran.
Baca Juga :
Tantan Sulthon Resmi Pegang Kemudi PWI Jabar, Ini Susunan Kepengurusan Periode 2026–2031
Di sisi lain, Relawan Jampang Peduli ikut membantu proses pelayanan dan pendistribusian air bersih secara langsung di lapangan.
Keterlibatan relawan menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam merespons persoalan kebutuhan dasar, khususnya bagi wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Yuda berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan publik.
”Sinergi antara pemerintah, P2BK, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter : @Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







