Tim PKRS RSUD Jampangkulon menggelar edukasi kesehatan rawat jalan tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan paru-paru, Rabu (4/3/2026) / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan paru-paru, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama tenaga kesehatan RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan edukasi kesehatan rawat jalan tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Rabu (4/3/2026).
Edukasi ini disampaikan oleh Angga Himas Setyawan, yang menjelaskan PPOK merupakan penyakit paru-paru jangka panjang yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas. Kondisi ini umumnya dipicu oleh paparan asap rokok maupun polusi udara dalam jangka waktu lama.
“PPOK sering berkembang perlahan dan gejalanya kerap diabaikan. Padahal, penyakit ini dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat,” jelas dr. Angga.
Ia memaparkan, gejala PPOK antara lain sesak napas kronis, batuk berdahak berkepanjangan, serta bunyi mengi saat bernapas. Seiring waktu, keluhan tersebut dapat semakin memberat apabila faktor risikonya tidak dikendalikan.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan penanganan PPOK difokuskan pada pengendalian gejala melalui pemberian bronkodilator, terapi oksigen, serta rehabilitasi paru sesuai kondisi pasien.
- Baca Juga: https://mediaaksara.id/stok-darah-menipis-saat-ramadan-alarm-pmi-sukabumi-darurat-ajak-donor-darah/
“PPOK adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Kuncinya ada pada penanganan yang tepat, konsisten, serta perubahan gaya hidup, terutama berhenti merokok,” tegasnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Jampangkulon berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan paru-paru dan lebih waspada terhadap gejala PPOK sejak dini.
Sumber: Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







