Lahan Sawah Petani di Padabeunghar Jampangtengah Terancam Gagal Panen/ Foto : Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Putusnya aliran Irigasi Jentreng selama lima tahun membuat sekitar 50 hektar sawah di dua kedusunan Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, tidak bisa lagi ditanami padi. Kondisi ini mengancam mata pencaharian petani dan ketahanan pangan.
Rendi Subhakti, pemerhati lingkungan dari organisasi Pemuda Panca Marga, mengungkapkan kerusakan irigasi disebabkan banjir bandang. Akibatnya, para petani tidak dapat menggarap lahan sejak kejadian.
“Saya turut prihatin atas persoalan ini. Saluran irigasi yang putus membuat petani kehilangan sumber air utama,” ujar Rendi kepada Mediaaksara.id melalui pesan singkat, Selasa (12/8/2025).
Baca: https://mediaaksara.id/bantuan-beras-20-kilogram-disalurkan-pemdes-warungkiara-ke-734-kpm/
Berbagai langkah telah ditempuh, mulai dari koordinasi dengan Kepala Desa Padabeunghar dan ketua panitia pelaksana pembangunan irigasi. Namun, proses perbaikan terhambat minimnya anggaran.
“Ketua pelaksana menyampaikan opsi teknis penanggulangan, tapi anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Selama ini, upaya yang dilakukan lebih mengandalkan swadaya dan gotong royong masyarakat,” jelas Rendi.
Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Bahkan, Rendi diberi mandat menjadi penghubung kepada Gubernur Jawa Barat. Proposal perbaikan telah diterima oleh tim protokoler gubernur, dan kini tinggal menunggu jadwal audiensi.
“Semoga ada solusi dari kepala daerah, provinsi, maupun pusat, karena ini menyangkut persoalan ketahanan pangan yang juga menjadi perhatian Presiden RI,” pungkasnya.
Hingga berita diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian, pemerintah Desa Padabeunghar atau Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







