Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Hasan Ashari apresiasi GAIS Montessori menanamkan nasionalisme dan nilai kebangsaan pada generasi pelajar melalui produksi Film “Anak-anak Proklamasi” / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID -Golden Age Islamic School (GAIS) Montessori Sukabumi meluncurkan film dokumenter berjudul “Anak-anak Proklamasi”, dalam gala premiere yang digelar di Sam’s Studio, Jalan Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Sabtu (30/8/2025).
Film perjuangan yang diusung GAIS ini mengangkat pesan bertajuk “Jika Kamu Tidak Mengenal Sejarah dan Jati Diri Bangsamu, Maka Dengan Mudah Bangsa Lain Mengganti Identitasmu.”
Acara pemutaran perdana turut dihadiri Laksamana Madya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerracman selaku Pembina bersama Ketua Yayasan Bintang Ikhlas Gemilang yang menaungi GAIS Montessori, civitas akademika bersama para pelajar dan orang tua, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Hasan Ashari.
Usai menonton, Hasan Ashari kepada MediaAksara menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi GAIS Montessori.
“Film Anak-anak Proklamasi yang digagas dan disutradarai GAIS Montessori memiliki makna luar biasa bagi generasi bangsa. Ini adalah salah satu peran sekolah dalam membantu pemerintah membangun pendidikan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Menurut Hasan, seiring bertambahnya jarak waktu sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga kini, dibutuhkan metode pembelajaran kreatif untuk menanamkan nilai nasionalisme. Salah satunya melalui pendekatan bermain peran dalam bentuk film edukatif.

“Dengan metode ini, seluruh aspek penglihatan, pendengaran, dan hati pelajar ikut terlibat, seolah-olah mereka merasa berada di masa perjuangan. Pembelajaran ini sejalan dengan kerangka dasar kurikulum poin ke 2, penanaman nilai kebangsaan dan kewarganegaraan,” jelasnya.
Ia juga berharap gagasan GAIS dapat menjadi model pembelajaran bagi sekolah lain dengan tema yang lebih luas, mencakup alam, teknologi, karakter, seni, dan budaya.
“Film ini adalah metode kaya yang menyentuh motorik, bahasa, dan kreativitas anak. Mereka tidak hanya belajar sejarah, tapi juga merasakan atmosfer perjuangan para pahlawan,” tambah Hasan.
Sementara itu, orang tua salah satu pemeran, Cecep Iskandar, mengaku bangga sekaligus terinspirasi.
“Alhamdulillah, film ini memberi pelajaran penting bagi anak-anak tentang sejarah Indonesia. Tidak semua generasi sekarang memahami bagaimana bangsa ini dijajah Belanda maupun Jepang. GAIS mampu menghadirkan kisah perjuangan dalam format yang mudah dicerna pelajar,” tuturnya.
Redaktur : Rapik Utama







