Rudini (kiri) perwakilan KPU Kabupaten Sukabumi menggelar podcast Kilas Balik Pemilu 2024 bersama Nuruddin Zain Samsyi (kanan) Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menggelar podcast bertajuk “Kilas Balik Pemilu Serentak 2024: Sinergi Lembaga Pers dan Media Massa dengan KPU Kabupaten Sukabumi”, sebagai bahan evaluasi sekaligus refleksi atas dinamika pesta demokrasi 2024. Kegiatan berlangsung di Gedung KPU Kabupaten Sukabumi, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (18/12/2025).
Podcast menghadirkan Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi atau akrab disapa Bah Anom, sebagai narasumber. Diskusi menyoroti meningkatnya partisipasi pemilih pada Pemilu 2024, namun juga mengulas berbagai persoalan dan isu yang mewarnai jalannya demokrasi, baik sebelum maupun setelah hari pemungutan suara.
Bah Anom menegaskan, secara konseptual demokrasi dimaknai sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun realitas di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya, di mana nilai-nilai demokrasi kerap tergerus oleh berbagai konflik dan kepentingan.
“Pemilu 14 Februari 2024 lalu diwarnai rangkaian problematika. Mulai dari protes di berbagai daerah, isu politik dinasti, gejolak mahasiswa, hingga aksi demonstrasi masyarakat yang menuntut keadilan,” ungkapnya.
Menurutnya, dinamika tersebut menjadi alarm penting perlunya pembenahan tata kelola Pemilu ke depan, khususnya dalam hal pendidikan politik kepada masyarakat. Ia menekankan setidaknya ada tiga pilar utama yang bertanggung jawab dalam pendidikan politik, yakni penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), partai politik, serta media massa.
“Sinergitas antara KPU, Bawaslu, dan media massa sangat penting agar informasi tahapan serta pelaksanaan Pemilu dapat tersampaikan secara utuh, akurat, dan berimbang kepada masyarakat,” tegasnya.
Mewakili Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Rudini dari Pokja Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklihparmas dan SDM) menjelaskan KPU telah berupaya maksimal menjaga transparansi dan objektivitas Pemilu 2024.
Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Sirekap, yang memungkinkan masyarakat mengakses hasil penghitungan suara secara langsung melalui laman resmi KPU.
“Pemanfaatan IPTEK melalui Sirekap merupakan bentuk transparansi KPU agar masyarakat dapat dengan cepat mengetahui hasil Pemilu,” jelas Rudini.
Baca: https://mediaaksara.id/hujan-deras-picu-rumah-ambruk-di-cisolok-2-kk-terpaksa-mengungsi/
Ia juga menyoroti dinamika perbedaan pandangan dan ketidakpuasan terhadap hasil Pemilu perlu disikapi dengan kedewasaan berdemokrasi. Pemahaman tentang demokrasi yang damai, bersih, dan berkeadilan harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus saling merangkul, bukan saling menjatuhkan. Demokrasi Pancasila harus dijalankan dengan prinsip damai dan saling menghargai demi menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Menutup diskusi, Rudini menegaskan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis penyelenggara Pemilu. Ia berharap ke depan sinergi antara KPU dan insan pers dapat terus diperkuat demi mewujudkan demokrasi yang lebih sehat dan sesuai harapan rakyat.
Reporter: Ronald
Redaktur: Rapik Utama







