Home / Kabar Daerah

Minggu, 16 Februari 2025 - 15:10 WIB

Darurat Kekerasan Anak, DP3A Tekankan Peran TPPK dan Keluarga Dalam Lindungi Anak di Sekolah

Tulisan dan Gambar Mural Tentang Pencegahan Kekerasan Pada Anak di DP3A Kab. Sukabumi / Foto : Rapik Utama

MEDIAAKSARA.ID – Dalam upaya menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) bagi tenaga kependidikan tingkat dasar.

Kegiatan telah berlangsung pada Jumat (14/02/25) di Hotel Sukabumi Indah dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.

Sebagai pemateri, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Sukabumi, Elis Sajaah, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar perwakilan TPPKSD se-Kabupaten Sukabumi memahami peran dan fungsi mereka dalam mencegah serta menangani tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Sukabumi Elis Sajaah / Foto: Istimewa
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Sukabumi Elis Sajaah / Foto: Istimewa

“Output dari sosialisasi ini adalah menurunkan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi, sehingga tidak lagi menjadi kekhawatiran berbagai pihak. Saya berharap semua pihak dapat berperan aktif sesuai tugas dan fungsinya. InsyaAllah, kita optimis akan bekerja bersama mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Elis, yang akrab disapa Bunda Elis.

Berdasarkan data Asesmen Nasional Kemendikbudristek tahun 2022, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan besar. Elis mengungkapkan bahwa 34,51% peserta didik (1 dari 3 pelajar) berpotensi mengalami kekerasan seksual, 26,9% peserta didik (1 dari 4 pelajar) berpotensi mengalami hukuman fisik, dan 36,31% peserta didik (1 dari 3 pelajar) berpotensi mengalami perundungan.

“Untuk menekan angka ini, mari kita bekerja sama dan berkomitmen melaksanakan amanat Permendikbudristek tentang PPKSP. Lingkungan pendidikan harus aman dan nyaman agar peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dapat terhindar dari kekerasan fisik, psikis, maupun perundungan,” tegasnya melalui sambungan seluler, Sabtu (15/02/2025).

Bunda Elis juga berharap Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Kabupaten Sukabumi dapat memahami serta mengimplementasikan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan sesuai dengan Permendikbud 82/2015 dan Permendikbudristek 46/2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPTKSP).

“Mari kita gencarkan sosialisasi tentang enam bentuk kekerasan yang didefinisikan secara rinci, yaitu kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung kekerasan. Pencegahan dan penanganan harus dilakukan secara fokus oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta didukung oleh keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Anggita

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Torehkan Sejarah di Sukabumi, Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Resmi Sandang Gelar Guru Besar

Kabar Daerah

Masker Gratis Dibagikan Dampal Jurig, Dorong Warga Waspadai Debu Vulkanik

Kabar Daerah

Abu Vulkanik Ganggu Jalan di Sukabumi, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Bersihkan Debu

Kabar Daerah

Polsek Cibadak Bagikan 250 Masker Gratis di Tengah Sebaran Abu Vulkanik Krakatau ‎

Kabar Daerah

KKN Mandiri Universitas Nusa Putra Tuntas, Mahasiswa Tinggalkan Manfaat di Desa Kertaangsana

Kabar Daerah

Cegah Penyakit Sejak Dini, Puskesmas Jampangkulon Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN ‎

Kabar Daerah

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

Kabar Daerah

Miris! Ibu Gangguan Jiwa, Kakek Terbaring Sakit: Dua Bocah Miskin Bertahan di Rutilahu di Nagrak Sukabumi ‎