Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, Kamis (5/2/2026) / Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Peran Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Sukabumi dinilai semakin strategis menekan angka pengangguran dan menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, Kamis (5/2/2026).
Punjul menjelaskan, BLK tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dunia akademik dan lembaga pelatihan. Kolaborasi ini menyasar lulusan SMA, SMK, hingga sarjana, termasuk yang berminat bekerja ke luar negeri secara prosedural dan aman.
“Selain menyiapkan tenaga kerja migran, BLK juga membekali keterampilan untuk kebutuhan dalam negeri, seperti bahasa Mandarin, permesinan, menjahit, hingga cooking untuk sektor perhotelan. Peluang kerja terbuka di kawasan industri Subang, Tangerang, hingga Eropa,” ujarnya.
Sejak Januari 2026, Disnaker dan Politeknik Sukabumi telah memberangkatkan peserta magang dan menargetkan 50 peserta hingga akhir Februari, serta 3.500 tenaga kerja terserap sepanjang 2026, baik di dalam maupun luar negeri.
Disnaker juga membuka akses informasi lowongan kerja, termasuk kebutuhan 1.000 pengemudi BUMD DKI Jakarta dengan gaji setara UMK Jakarta. Pendaftaran dilakukan melalui kelurahan atau langsung ke Disnaker dengan syarat mengikuti pelatihan.
Untuk memperkuat perlindungan pekerja migran, Disnaker menjalin MoU dengan Kementerian P2MI, sektor perbankan seperti Bank BJB melalui KUR Pekerja Migran, serta mengembangkan program BESTARI (Be the Star in International) berbasis skill.
Ke depan, Disnaker akan membentuk kelas migran di SMK dan kelurahan migran sebagai pusat literasi kerja luar negeri dan keuangan, guna mencegah praktik percaloan dan penempatan nonprosedural.
Reporter: Ronald Alexsander
Redaktur: Rapik Utama







