Tim animal rescue Damkar pos XI surade gercep evakuasi babi liar yang masuk pemukiman warga, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Warga Kampung Cimahi, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dibuat heboh dengan kemunculan dua ekor babi liar yang masuk ke area pemukiman, Rabu (31/12/2025). Menanggapi laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui tim Animal Rescue bergerak cepat melakukan evakuasi.
Insiden pertama kali dilaporkan warga bernama Yogi sekitar pukul 10.00 WIB. Tim Damkar Pos XI Surade tiba di lokasi hanya berselang empat menit kemudian, tepatnya pukul 10.04 WIB, dan proses penanganan selesai sekitar pukul 10.50 WIB.
Kepala Damkar Pos XI Surade, Widi Sukardi, menjelaskan dua ekor babi liar tersebut diduga berasal dari kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.
“Berdasarkan laporan dan kondisi di lapangan, dua ekor babi liar ini turun dari kawasan hutan sebelah timur dan masuk ke pemukiman. Satu ekor masuk ke kandang ayam warga, sementara satu ekor lainnya sempat lari ke kebun sekitar rumah,” ujarnya.
Ia menegaskan proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari potensi bahaya.
“Petugas melakukan evakuasi secara manual dan bertahap agar tidak membahayakan warga maupun hewan. Alhamdulillah proses berjalan lancar dan kedua babi berhasil diamankan ke area aman di luar pemukiman,” tambahnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun hewan. Kerugian material juga tergolong ringan, hanya berupa kerusakan kecil pada kandang ayam milik warga. Seluruh petugas yang terlibat dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera.
Widi Sukardi menambahkan, kegiatan merupakan bagian dari pelayanan dasar non-kebakaran yang rutin dilakukan Damkar Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah perbatasan hutan seperti Kecamatan Surade.
“Selain kebakaran, kami juga fokus pada penanganan hewan liar yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kasus seperti ini cukup sering terjadi, termasuk evakuasi ular dan sarang tawon,” pungkasnya.
Seluruh laporan kejadian akan dijadikan bahan evaluasi dan langkah pencegahan ke depan, sejalan dengan pembahasan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran serta Non-Kebakaran di DPRD Kabupaten Sukabumi.
Sumber: @Sadeva
Redaktur: Rapik Utama







