Penampakan Jembatan Penghubung di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Potret jembatan penghubung di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi kembali menyedot perhatian. Bukan karena kemegahan atau kualitas konstruksinya, melainkan karena wujud jembatan yang terlihat sederhana, namun tercatat sebagai proyek APBD senilai Rp 388.452.091,93, dikerjakan oleh CV Berkah Bersinar Abadi.
Dengan konstruksi berbahan papan kayu, rangka minimalis, hingga sambungan pegangan yang menggunakan siku, sepintas tampilan jembatan dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran. Warga pun mempertanyakan keseriusan pengerjaan yang telah dinyatakan paket sudah selesai dalam dokumen pengadaan.
“Kalau jembatannya begini, mungkin kayunya impor ya? Soalnya anggarannya ratusan juta,” ujar salah satu warga , Kamis (20/11/2025).
Jembatan tersebut bahkan lebih menyerupai jembatan darurat pascabencana dibandingkan jembatan konstruksi APBD. Beberapa papan terlihat tipis, sebagian sambungan tampak seadanya, dan struktur kiri-kanan dinilai tidak memiliki perkuatan memadai, membuat warga yang melintas merasa waswas.
“Lewat sini deg-degan. Ini jembatan resmi atau jembatan gotong royong? Mirip buatan warga, bukan proyek APBD,” keluhnya.
Kritik ini juga bukan yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah jembatan di wilayah tersebut turut menjadi sorotan karena lambatnya pembangunan dan dugaan kualitas pekerjaan yang tak maksimal.
Menanggapi sorotan masyarakat, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Duduh, memberikan keterangan kepada MediaAksara. Menurutnya, proyek tersebut telah selesai dan saat ini sudah digunakan masyarakat.
“Pelaksanaan sudah selesai dan dipakai untuk penyebrangan. Pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan enam bulan, jadi jika ada kerusakan kecil, itu masih tanggung jawab penyedia,” ujar Duduh saat dikonfirmasi.
Ia memastikan bahwa spesifikasi teknis telah memenuhi volume dan kualitas yang ditetapkan. Penggunaan material seperti WF diklaim sudah sesuai standar.
Duduh juga mengatakan jembatan tersebut memiliki panjang 30 meter dan lebar 2,5 meter. Ia juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga jembatan tersebut.
“Kami berharap jembatan tidak dilalui muatan berlebih. Beban maksimal 4 ton. Ini aset pemerintah untuk masyarakat dan perlu dijaga bersama,” ucapnya pada Jum’at (21/11/2025) .
Reporter : Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







