Sosialisasi pembentukan Koperasi Merah Putih di Lapas Kelas IIA Warungkiara Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Lapas Kelas IIA Warungkiara Sukabumi meluncurkan program pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah wadah pembelajaran ekonomi yang dirancang memperkuat kemandirian warga binaan. Program telah disosialisasikan pada Senin (17/11/2025) dan menjadi langkah strategis membangun kultur kewirausahaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kurnia Panji Pamekas menegaskan koperasi Merah Putih bukan sekadar sarana ekonomi, tetapi ruang belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapan kembali ke masyarakat.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya soal ekonomi, namun tentang memberi warga binaan kesempatan belajar dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Seluruh unsur strategis lapas hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu, mulai dari Kepala KPLP, Kasi Giatja, Kasi Binadik, Kasi Kamtib, Kasubbag Tata Usaha, hingga para kasubsi dan staf pembinaan. Sosialisasi berlangsung interaktif dan menciptakan suasana diskusi kreatif di dalam lapas.
Pembukaan disampaikan Kasi Giatja, Purworestu Adi Putra, yang menekankan pembentukan koperasi akan menjadi “laboratorium pembelajaran usaha” bagi warga binaan. Wadah ini memungkinkan mereka memahami konsep manajemen usaha, pengelolaan modal, hingga kerja sama dalam unit ekonomi.
Materi inti kemudian dipaparkan oleh Kalapas, yang menjelaskan rencana operasional koperasi mulai dari pembinaan kewirausahaan, pelatihan keterampilan, hingga peluang pemasaran produk hasil karya warga binaan. Menurutnya, koperasi diharapkan menjadi jembatan antara dunia pembinaan dan dunia usaha setelah bebas.
Dalam sesi lanjutan, tim lapas memaparkan teknis pendirian koperasi: tata kelola, sistem simpan-pinjam, pencatatan keuangan sederhana, hingga skema pemilihan pengurus dari warga binaan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya ide usaha dan pertanyaan seputar strategi pemasaran.
Pihak lapas juga telah menyiapkan langkah konkret menuju peresmian koperasi, termasuk penyusunan SOP, pemilihan pengurus, serta penentuan unit usaha potensial. Program ditargetkan dapat berjalan sebagai sistem ekonomi berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Hadirnya Koperasi Merah Putih menjadi inovasi pembinaan yang menghadirkan ruang belajar ekonomi dari balik jeruji, namun berorientasi pada masa depan para warga binaan.
Reporter: Juliansyah
Redaktur: Rapik Utama







