Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Akbar KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab ke-10 di Ponpes Azzainiyyah Sukabumi, Minggu (30/8/2025) /Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Zulfa Mustofa menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar ke-10 KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Desa Perbawati, Kabupaten Sukabumi, Minggu (30/8/2025) atau 7 Rabiul Awwal 1447 H.
Acara dirangkaikan pula dengan Milad ke-45 Ponpes Azzainiyyah, Milad ke-15 Iqomah Nusantara, serta Muktamar ke-2 Iqomah Nusantara. Ratusan jamaah, ulama, santri, dan masyarakat hadir memadati kompleks pesantren yang dikenal sebagai pusat ilmu dan dakwah di Sukabumi.
Dalam tausiyahnya, KH. Zulfa Mustofa mengaku kagum dengan khazanah ilmu Pangersa Uwa, sapaan akrab KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab.
“Alhamdulillah walau saya belum pernah bertemu langsung dengan Pangersa Uwa, saya merasakan penjelasan ilmunya berbicara dari hati. Itu tanda orang yang diterima Allah dan juga diterima pemikirannya oleh manusia. Beliau orang alim, namun tidak pernah merasa paling alim,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa hasil Munas NU pada dasarnya mengajarkan umat untuk bersikap adil, berpegang teguh pada iman, Islam, ihsan, serta menjaga tawasul.
” NU mengajarkan kita berlaku tawasul, itulah inti ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Azzainiyyah, Dr. KH. Aang Abdullah Zein menegaskan acara Haul Akbar hari ke lima juga menjadi ajang penguatan khazanah keilmuan, mulai dari bahtsul masail, wawasan kebangsaan, hingga ajaran NU.
“Uwa selalu berpesan, jangan pernah keluar dari Ahlussunnah Wal Jamaah. Ilmu itu seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Nafsu yang membuat kita bosan, bukan ilmu yang membosankan,” tutur KH. Aang yang akrab disapa Uwa Anom.
Ketua MUI Kota Sukabumi, KH. Ahmad Namawi Sadili, dalam sambutannya mengenang peran besar KH. Zezen Zaenal Abidin.
“Beliau yang pertama mengenalkan saya dengan NU dan Banom. Saya pernah dua kali ditalkin langsung oleh Pangersa Uwa, bimbingan beliau menjadi bekal perjuangan jalan kebaikan yang penuh barokah,” kenangnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga empat pilar perjuangan umat, yakni masjid, pesantren, madrasah, dan majelis ta’lim. Kehadiran haul ini menjadi momentum melanjutkan perjuangan dakwah Uwa Zezen sekaligus memperkuat generasi penerus pesantren di Sukabumi.
Redaktur: Rapik Utama







