Bupati Sukabumi bersama Plt Kepala Disperkim Monev Kandang Domba yang ditempati Ibu Atin warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan/ Foto: Istimewa
MEDIAAKSARA.ID – Kisah pilu warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi akhirnya mendapat perhatian langsung Bupati Asep Japar. Seorang warga bernama Ibu Atin terpaksa tinggal di kandang domba sebelum akhirnya dikunjungi Bupati bersama perangkat daerah, pemerintah desa pada Rabu (27/8/2025).
Dalam kunjungannya, Bupati Asep Japar mengaku prihatin dan memastikan bantuan akan segera diberikan.
“Alhamdulillah saya bisa langsung datang ke Babakan Astana. Tadi saya lihat ada beberapa warga dengan rumah tidak layak, bahkan ada yang beberapa hari ini tinggal di kandang domba. Itu akan segera kita bantu,” tegas Asep Japar.
Bupati juga mengingatkan perangkat RT, RW, kepala desa, hingga kecamatan agar aktif mendata serta melaporkan kondisi serupa, sehingga pemerintah dapat lebih cepat memberikan solusi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah tindak lanjut.
“Upaya persuasif sedang dilakukan agar Bu Atin tidak lagi tinggal di kandang domba. Keluarganya juga sudah diajak agar mau tinggal bersama. Jika tetap bertahan, camat bersama aparat desa akan menyiapkan tenda darurat sebagai solusi sementara,” ujar Herdiawan kepada MediaAksara melalui sambungan seluler, Kamis (28/8/2025).
Ia memastikan, rumah Ibu Atin akan segera diintervensi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan target pelaksanaan pada September 2025.
Herdiawan menambahkan, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar peran masyarakat bersama pemerintah lebih responsif dalam penanganan sosial.
“Semoga masalah bisa ditangani komprehensif, sehingga tidak menimbulkan dampak sosial berkepanjangan,” tandasnya.
Redaktur: Rapik Utama







