Home / Pemerintahan

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:21 WIB

Kasus Balita Meninggal, Diaga Muda Desak Tiga Tuntutan! 

Kasus balita meninggal, Aksi Diaga diterima Sekda di Dinsos Kabupaten Sukabumi/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Kasus meninggalnya balita Raya (3 Th) yang diduga akibat tidak maksimal pelayanan sosial dan kesehatan di Kabupaten Sukabumi kembali memicu gelombang protes masyarakat. Puluhan massa dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Diaga Muda Indonesia menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, Kamis (28/8/2025).

Aksi yang semula direncanakan berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi dialihkan ke Dinsos berdasarkan surat perintah pengalihan lokasi (sprint) yang diterima massa sekitar pukul 01.00 WIB.

Pertemuan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Massa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah. Ade Suryaman, didampingi jajaran Dinsos serta aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota.

Baca:https://mediaaksara.id/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-dan-haul-akbar-uwa-zezen-ponpes-azzainiyyah-sukabumi-pusat-spiritualitas-dan-keilmuan/

Sekda menegaskan, pemerintah daerah akan menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi serius. Ia menyebut, pasca mencuatnya kasus ini, Pemkab Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.

“Masukan tentu kami terima. Namun semua kebijakan harus ditempuh sesuai aturan hukum. Jangan sampai Bupati mengambil keputusan yang justru berisiko hukum. Kami semua sayang kepada Bupati karena beliau pilihan masyarakat, maka tugas kami membantu mewujudkan visi-misinya,” kata Ade Suryaman.

Sementara itu, Ketua DPC Diaga Muda, Ahmin S, menilai kasus Raya bukanlah kejadian tunggal. Ia menyebut, sebelumnya juga terjadi kasus Nadira di RS Palabuhanratu, kasus Ziad di Caringin, serta kasus Sandi di wilayah lain.

” Semua laporan masuk ke kami. Kami menilai Dinas Kesehatan maupun Dinsos Kabupaten Sukabumi tidak benar-benar hadir untuk masyarakat kecil,” tegas Ahmin.

Baca: https://mediaaksara.id/warga-loji-tinggal-di-kandang-domba-gerak-cepat-bupati-sukabumi-janji-bangun-rumah-layak-huni/

Dalam aksinya, Diaga Muda menyampaikan tiga tuntutan utama:

1. Pemecatan atau nonjobkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya.

2. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan kesehatan di daerah.

3. Perbaikan sistem birokrasi kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Kami akan terus mengawal sampai tuntutan dijawab. Negara sudah menjamin hak masyarakat untuk hidup sehat, tetapi kenyataannya birokrasi justru sering menyulitkan masyarakat kecil,” tandas Ahmin.

 

Reporter: Nald

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

DPRD dan Pemkab Sukabumi Sepakati Dua Raperda Strategis, Perkuat Tata Kelola Lahan Terlantar dan Transportasi Daerah

Pemerintahan

Galaksi PKBM Sukabumi 2026 Tampilkan Bakat Siswa dan Bukti Kualitas Pendidikan Kesetaraan 

Pemerintahan

Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Bappenas, Dorong Percepatan Pembangunan Terintegrasi dan Berkelanjutan

Pemerintahan

Ketua FSKS Sukaraja Terpilih, Perkuat Sinergi Wujudkan Kecamatan Sehat dan Berkelanjutan

Pemerintahan

Reses DPRD Sukabumi Dibanjiri Keluhan Warga, Wakil Rakyat: Jangan Takut Kritik dan Soroti Infrastruktur hingga Biaya Pendidikan

Pemerintahan

Pedestrian Kawasan Setukpa Sukabumi Ditata Modern Senilai 2,4 M, DPUTR Target Rampung Jelang HUT RI

Pemerintahan

DKIP Kabupaten Sukabumi Perkuat Keterbukaan Informasi dan SP4N LAPOR Tingkatkan Akuntabilitas Pelayanan Publik

Pemerintahan

Kota Sukabumi Raih Penghargaan Terbaik II Penanganan Inflasi Jawa-Bali, Bukti Keberhasilan Menjaga Stabilitas Harga