MEDIAAKSARA.ID Desa Wisata Cisande, yang terletak di Kampung Raden, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus melakukan pembenahan dan pengembangan setelah menerima penghargaan bergengsi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai salah satu dari 50 besar Desa Indonesia Bangkit.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk mendorong potensi desa wisata di seluruh Indonesia.
Kampung Raden, sebagai bagian dari Desa Wisata Cisande, menawarkan beragam aktivitas wisata edukasi dan petualangan yang menarik bagi para pengunjung. Beberapa kegiatan unggulan yang bisa dinikmati antara lain.
Seni dan Budaya yaitu Melukis caping dan membuat layang-layang, lalu kegiatan edukasi membuat cincau, menanam stroberi, sayuran, dan menganyam bambu, dan petualangan uji adrenalin , seperti River tubing, flying fox, dan Kuliner menikmati sajian khas lokal sambil belajar memasak olahan tradisional.
Menurut Sekretaris Desa Cisande, Aaf Abdullah Navita, pemerintah desa bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Kampung Raden. “Kami selalu menekankan kepada pengelola untuk melayani pengunjung sepenuh hati, serta memastikan harga wahana tetap ekonomis dan terjangkau,” ujarnya, Rabu (22/01/2025).
Masih kata Aaf, bahwa perkembangan signifikan Kampung Raden dimulai sejak kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pada tahun 2021. Sejak awal 2023, lokasi wisata ini telah dipindahkan ke lahan tanah kas desa seluas sekitar 2.000 meter persegi untuk pengembangan lebih lanjut.
Meski telah berkembang, Kampung Raden masih menghadapi tantangan aksesibilitas. Saat ini, akses menuju lokasi wisata hanya menggunakan jalan setapak yang menelusuri irigasi Solokan Ciereng. Namun, pada tahun 2022, telah dibangun jalan baru sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter.
“Ke depan, kami akan melanjutkan pembangunan jalan menuju Kampung Raden. Kami juga berterima kasih kepada perusahaan yang telah menghibahkan sebagian lahan untuk akses jalan ini,” tambah Aaf melalui hubungan seluler.
Selain itu,Pasca pandemi COVID-19, jumlah kunjungan wisatawan ke Kampung Raden semakin meningkat, meskipun Desa Wisata Cisande masih dalam kategori Desa Wisata Rintisan. Pemerintah Desa berharap pengembangan ini akan membawa keberkahan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.(Edho)







