Home / Kabar Daerah

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:55 WIB

Bangunan Madrasah Diniyah di Gunungguruh Ambruk, 90 Siswa Kehilangan Ruang Belajar: Dewan Dapil IV Masih No Comen

Warga Kerja Bakti Bersihkan Bangunan Madrasah Diniyah Nurul Hikmah di Gunungguruh, Sukabumi, ambruk pada Selasa malam (19/8/2025)/ Foto: Istimewa 

MEDIAAKSARA.ID – Atap bangunan Madrasah Diniyah (MD) Nurul Hikmah di Kampung Ciburial, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, ambruk total pada Selasa malam (19/8/2025) sekitar pukul 22.55 WIB. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun membuat 90 siswa kehilangan ruang belajar.

Tiga ruang kelas yang sehari-hari digunakan siswa hancur akibat runtuhnya atap. Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lumpuh total dan kini terpaksa dipindahkan ke ruang darurat. Sebagian siswa belajar di majelis dekat rumah kepala madrasah, sementara lainnya menumpang di masjid depan sekolah.

“Kami sekat ruangan seadanya, anak-anak belajar berdesakan. Sekarang malah lebih sulit karena harus pindah ke majelis dan masjid,” ujar Kepala MD Nurul Hikmah, Yeti Paridayati, pada Rabu (20/8/2025).

Baca:https://mediaaksara.id/madrasah-di-sukabumi-ambruk-diterjang-hujan-angin-fkdt-gunungguruh-open-donasi/

Yeti menuturkan, tanda-tanda kerusakan bangunan sudah terlihat sejak lama. Sebulan sebelum ambruk, sebagian atap depan bahkan sudah roboh. Ia menilai musibah ini bukan kejadian mendadak, melainkan akibat akumulasi minimnya perawatan.

Bangunan MD Nurul Hikmah berdiri sejak 1980. Perbaikan terakhir dilakukan sekitar lima tahun lalu melalui dana desa, namun hanya sebatas pengecatan dan perbaikan ringan di bagian atap. Sementara struktur utama, seperti kayu penyangga dan dinding, tak pernah tersentuh rehabilitasi.

Baca: https://mediaaksara.id/balita-di-sukabumi-meninggal-karena-cacingan-gubernur-jabar-dedi-mulyadi-kritik-birokrasi-pemerintah-hingga-rt-anggaran-desa-cianaga-ditunda/

“Alhamdulillah kejadiannya malam, jadi tidak ada anak-anak di sekolah. Tapi sekarang kami benar-benar butuh bantuan agar madrasah bisa dibangun kembali. Ini satu-satunya tempat pendidikan agama di Kampung Ciburial,” kata Yeti.

Pasca ambruknya bangunan, warga kerja bakti membersihkan puing-puing. Namun, keterbatasan kemampuan membuat mereka hanya bisa menyingkirkan material, tanpa bisa melakukan pembangunan kembali.

Yeti dan pengurus madrasah berharap perhatian dari pemerintah, DPRD, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, serta dukungan instansi terkait. Namun disayangkan, hingga berita diterbitkan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, dan Anggota DPRD asal Dapil IV , M.Reza Taojiri, dikonfirmasi MediaAksara atas insiden ini belum memberikan tanggapan resmi.

 

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Sekar Budaya HJKS ke-156 Meriah, Euforia Warga Sukabumi Larut Dalam Pesona Budaya Sunda

Kabar Daerah

Hari Pelanggan Nasional, PLN Sukabumi Perkuat Sinergi dengan PT Glostar Indonesia

Kabar Daerah

Sampah Jadi Persoalan Warga Sukabumi, Mahasiswa Nusa Putra Bawa Inovasi Teknologi Tepat Guna

Kabar Daerah

Rakor Pramuka Jampangkulon Bahas Evaluasi Program dan Persiapan Raimuna Cabang 2026 ‎

Kabar Daerah

Empat Penjuru Mata Air Warnai Sekar Budaya HJKS ke-156, Pesan Pelestarian Tradisi Sunda dari Palabuhanratu

Kabar Daerah

Musyawarah Warga dan Pengelola Sepakati Jam Operasional Kafe Imex di Jampangkulon Sukabumi

Kabar Daerah

Mahasiswa Nusa Putra Sukabumi Hadirkan Tiga Inovasi Pengelolaan Sampah di Kadudampit

Kabar Daerah

CV Arrayan Jaya Mandiri Komitmen Tuntaskan Rehab SDN Cibogo Sukabumi Sesuai Spesifikasi ‎