Home / Sosial Ekonomi

Minggu, 27 Juli 2025 - 19:02 WIB

Bangkrut dan Terlilit Utang, Mantan Ketua RT di Cibadak Bertahan Hidup 

Mantan pelaku UMKM dan eks Ketua RT 01/RW 11, Hendrik Permana Wibawa (kiri) terhimpit ekonomi akibat usaha bangkrut bersama Nuryadin (kanan) , Ketua RT 03/12 Kampung Pasirkolotok, Kelurahan/ Kecamatan Cibadak Sukabumi/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID – Keterpurukan ekonomi dialami Hendrik Permana Wibawa (50), mantan pelaku UMKM di bidang konveksi dan eks Ketua RT 01/11 Kelurahan/ Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Akibat usahanya bangkrut dua tahun terakhir, Hendrik kini hidup kesulitan ekstrem bahkan sempat menggadaikan rumahnya sebesar Rp40 juta demi bertahan hidup.

Kini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hendrik bergantung pada bantuan teman dan kerabat. Namun, ia sadar bantuan itu tidak mungkin terus-menerus, apalagi rekan-rekannya juga memiliki tanggungan keluarga.

“Hari ini saya bingung belum ada rezeki, sementara beras di rumah sudah habis. Kadang saya merasa sedih, harus bagaimana. Walau tubuh saya besar, itu tidak menjamin bisa menghasilkan uang,” ungkapnya, Minggu (27/07/2025).

Baca: https://mediaaksara.id/20-ribu-rumah-penerima-bpjs-gratis-dari-apbd-sukabumi-akan-ditempeli-stiker-pbi-stiker-dicabut-kepesertaan-dicoret/

Hendrik yang merupakan ayah dari tiga anak, mengaku pernah terpaksa mengambil singkong dari tanah milik tetangga pada malam hari karena tak memiliki makanan di rumah. “Perut lapar, tidak ada beras, akhirnya saya ambil singkong di belakang rumah,” ujarnya.

Istrinya seorang guru ngaji, hanya menerima honor sebesar Rp200 ribu setiap tiga bulan, yang dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara ketiga anaknya masih mengenyam pendidikan, menambah beban ekonomi.

Baca: https://mediaaksara.id/hari-anak-nasional-2025-bupati-sukabumi-ajak-anak-jaga-tradisi-di-era-digital/

Nuryadin, Ketua RT 03/12 Kampung Pasirkolotok sekaligus sahabat dekat Hendrik, membenarkan kondisi tersebut. “Dia orang baik, sekarang dalam kesulitan. Dua anaknya sekolah di MAN, satu kuliah, sedang semester akhir. Tapi usaha bapaknya sudah bangkrut total. Saya sering bantu semampunya,” katanya.

Nuryadin berharap ada pihak pemerintah atau dermawan yang tergerak membantu, baik berupa sembako maupun modal usaha agar Hendrik dapat bangkit kembali. “Setahu saya, dia belum pernah menerima bantuan pemerintah,” tambahnya di Pos Ronda Pasko.

 

Sumber: Rudi Tanjung

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Sosial Ekonomi

Solidaritas Jampangkulon Menginspirasi, Rutilahu Bu Nunung Dibangun Gotong Royong

Sosial Ekonomi

UMKM “Oleh-Oleh Si Teteh” di Sukabumi Bertahan Sejak 2018, Andalkan Rasa Khas dan Harga Terjangkau

Sosial Ekonomi

1.406 Warga Dapat Bansos di Benteng Sukabumi, Tapi Distribusi Sampai Dini Har, Cek Fakta di Baliknya!

Sosial Ekonomi

Antusias Warga Bojonggenteng Donor Darah, Bukti Nyata Kepedulian Selamatkan Sesama

Sosial Ekonomi

Tragedi Tenda Biru Ujung Genteng: 3 Nyawa Melayang, Gelombang Duka dan Empati Mengalir

Sosial Ekonomi

Bukber Penuh Makna, Kapolsek Jampangkulon Bagikan Bingkisan Anggota Jelang Lebaran

Sosial Ekonomi

Hikmah di Balik Ramadan, PLN Sukabumi Hadir Ringankan Beban Korban Tanah Bergerak

Sosial Ekonomi

Penuh Hikmah! KNPI dan Karang Taruna Gunungguruh Santuni Yatim dan Dhuafa di Safari Ramadan