Home / Pemerintahan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 07:04 WIB

Perkuat Perlindungan Anak & UMKM Sukabumi: DP3A Wujudkan Konvensi Hak Anak dan Perahu Kertas 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki/ Foto: MediaAksara

MEDIAAKSARA.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, kepada MediaAksara mengungkapkan pihaknya tengah mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga (IRT) melalui program “Perahu Kertas”. Program ini menyasar perempuan kepala keluarga, termasuk korban kekerasan dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah.

Hal tersebut disampaikan Eki saat menghadiri kegiatan ” UMKM Naik Kelas 2025″ yang digelar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi di Universitas Nusa Putra, Cisaat, Kamis (24/07/2025).

“Program Perahu Kertas mendorong pemberdayaan perempuan, terutama yang menjadi korban PMI, kekerasan, dan lain sebagainya. Sasaran utamanya adalah perempuan yang menjadi kepala keluarga,” ujar Eki.

Baca: https://mediaaksara.id/tren-kemiskinan-di-kabupaten-sukabumi-perkembangan-2020-2024-dan-tantangan-mencapai-target-rpjmd/

Ia menambahkan DP3A telah bersinergi dengan DKUKM, termasuk menghadirkan narasumber perempuan dari DKUKM untuk memberikan materi pelatihan. Kolaborasi diharapkan bisa berlanjut dengan instansi lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Ke depan, kolaborasi perlu diperluas untuk mendukung aspek kemasan, kualitas produk, perizinan seperti PIRT dan NIB hingga sertifikasi lainnya. Harapannya, perempuan yang sudah kami latih dapat menghasilkan produk berkualitas yang dibantu dalam pemasarannya,” jelasnya.

Baca: https://mediaaksara.id/desa-sukajadi-cimanggu-krisis-air-bersih-gerak-bareng-bantu-pipanisasi-35-km-bagi-ratusan-warga/

Produk yang dikembangkan, lanjut Eki, tidak terbatas pada makanan saja, tetapi juga disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Selain itu, Eki turut menyoroti pentingnya pondok pesantren ramah anak. DP3A, kata dia, telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendorong konsep tersebut.

“Salah satu pesantren yang telah berkomunikasi dengan kami adalah Pesantren Darurat Amal di Jambangkulon. Mereka bahkan mengikuti kegiatan Konvensi Hak Anak (KHA). Ke depan, pesantren tersebut bisa menjadi model pesantren ramah anak,” tutupnya.

 

Reporter : De

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Lima Personel Polisi Dipecat Tanpa Hadir, Kapolres Sukabumi Ungkap Pesan Tegas Disiplin Polri ‎

Pemerintahan

518 ASN Kota Sukabumi Masuk Data PPATK, Inspektorat: 120 Diperiksa, Sanksi Berat Bisa Berujung Pemecatan

Pemerintahan

Prioritas Desil 1: 98 Keluarga Siswa Sekolah Rakyat Phalamartha Sukabumi Dapat Bantuan Rehab Rumah Kemensos

Pemerintahan

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Pemerintahan

Abu Vulkanik Krakatau Ganggu Kualitas Udara, Siswa PAUD hingga SMP di Sukabumi Belajar dari Rumah

Pemerintahan

Progres Kantor Kecamatan Gunung Puyuh Capai 35 Persen, Struktur dan Atap Mulai Terpasang ‎

Pemerintahan

Karhutla Merebak di Sukabumi, Perhutani Perkuat Patroli dan Pos Pemantauan

Pemerintahan

Waswas Abu Vulkanik Krakatau, Disdik Sukabumi Keluarkan Imbauan: Masker Wajib hingga KBM Daring