Camat Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kurnia Lismana/ Foto: MediaAksara
MEDIAAKSARA.ID – Kawasan industri Parungkuda yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, kini tengah mengalami kemunduran. Camat Parungkuda, Kurnia Lismana, mengungkapkan kondisi investasi di wilayahnya sedang tidak baik-baik saja, dengan banyak perusahaan mengalami kolaps dan penurunan jumlah tenaga kerja secara signifikan.
“Perusahaan-perusahaan di Parungkuda banyak yang kolaps, karyawan pun tinggal sedikit. Saat ini yang masih aktif sekitar 20 perusahaan skala menengah dan besar. Sementara perusahaan kecil, jumlah tenaga kerjanya sudah sangat berkurang,” ujar Kurnia usai mengikuti rapat koordinasi di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sukabumi.
Di tengah situasi yang lesu, masih ada upaya perusahaan untuk mengembangkan usaha baru. Salah satunya datang dari PT Bio Sarana Indonesia yang berada di Desa Bojongkokosan. Perusahaan tersebut sedang mengajukan penambahan jenis produksi untuk memproduksi minyak atsiri organik, berupa insektisida dan pupuk cair yang biasanya dipesan oleh pemerintah.
“PT Bio Sarana Indonesia ingin menambah KBLI untuk produksi minyak atsiri. Mereka tidak menambah bangunan, hanya menambahkan alat produksi saja,” jelasnya pada Kamis (22/05/2025) kepada Mediaaksara.
Baca: https://mediaaksara.id/program-rutilahu-dinsos-sukabumi-10-juta-prioritaskan-empat-kriteria/
Pembahasan perizinan ini masih dalam tahap awal bersama DPTR dan dinas terkait. Kurnia berharap perusahaan tersebut bisa segera berkembang dan memasarkan produk minyak atsirinya ke perusahaan lain.
Ia pun berharap geliat industri di Parungkuda bisa kembali hidup. “Mudah-mudahan perusahaan kecil bisa bangkit kembali. Termasuk wacana perusahaan di sekitar Palagan Perjuangan juga bisa beroperasi lagi dan menyerap tenaga kerja,” tandasnya.
Reporter : Juliansyah
Redaktur : Rapik Utama







