Home / Kabar Daerah

Senin, 5 Mei 2025 - 12:05 WIB

Lapas Warungkiara Panen Raya Melon, Wujud Ketahanan Pangan Nasional

Kakan Dirjen Pemasyarakatan Jabar dan Kalapas Kelas IIA Warungkiara Saat Panen Raya Melon/ Foto : Juliansyah

MEDIAAKSARA.ID – Dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara menggelar Panen Raya Melon bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Senin (5/5/2025).

Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Warungkiara, Himbara, serta pihak terkait lainnya.

Kalapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menyampaikan panen raya merupakan implementasi dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan 13 akselerasi yang dicanangkan Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Baca: https://mediaaksara.id/ibu-dua-anak-bingung-suami-minta-3-juta-di-lapas-warungkiara-bu-ayah-banyak-utang-didie-humas-memang-ia-punya-hutang-tak-ada-kekerasan/

“Lapas Warungkiara telah menjalankan berbagai kegiatan pembinaan, bidang peternakan, perkebunan, perikanan, dan pertanian. Panen melon melibatkan langsung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah melalui sidang Pembebasan Bersyarat,” ujar Panji.

Ia menambahkan, kegiatan dilakukan di Lahan Sae (Sarana Asimilasi dan Edukasi) sebagai wadah edukasi keterampilan dan pemberdayaan WBP dalam bidang pertanian modern.

“Program ini tidak hanya untuk mendukung pangan mandiri, tetapi juga menumbuhkan jiwa kemandirian melalui keterlibatan aktif dalam seluruh proses dari penanaman, perawatan, hingga panen melon, semuanya dengan pendekatan ramah lingkungan,” tambahnya.

Baca: https://mediaaksara.id/komisi-xiii-dpr-ri-agun-apresiasi-lapas-warungkiara-sebagai-role-model-ketahanan-pangan/

Panji menjelaskan, penanaman melon dimulai sejak 25 Februari 2025. Lahan disiapkan dengan garitan, diberi pupuk organik, lalu ditutup busa sebelum bibit ditanam. Perawatan dilakukan secara rutin, termasuk pemupukan dan pengendalian hama sesuai dosis.

Tak hanya melon, Lapas Warungkiara juga mengembangkan budidaya anggur berbasis smart farming di dalam green house berukuran 12×15 meter. Sebanyak 32 varietas anggur ditanam, di antaranya Efres, Transgigurasi, Harawl, Sansekerta, Gospo, Sakota, Ubrikomur, dan Julian, dengan masa panen perdana dalam dua tahun ke depan.

Panji menutup pernyataannya dengan mengenang awal mula ia menanam melon saat bertugas di Rutan Selong, Nusa Tenggara Barat. Ia bahkan mengundang tim ahli dari NTB untuk mendukung keberhasilan panen di Warungkiara.

 

Reporter : Juliansyah

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

PKPA Angkatan VI DPC Peradi Cibadak Diikuti 36 Peserta, Cetak Advokat Muda Berintegritas

Kabar Daerah

Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi, Bobby Maulana Dorong Siswa Berani Bermimpi Besar

Kabar Daerah

Jembatan Leuwidingding Segera Dibangun, TNI dan Pemkab Sukabumi Perkuat Sinergi Jaga Lingkungan

Kabar Daerah

Armada Sampah Jampangkulon Terbatas, Warga Desak Pemkab Sukabumi Tambah Truk

Kabar Daerah

Festival Kopi Sukabumi Kembali Jadi “Black Gold” Jawa Barat ‎

Kabar Daerah

Sambut HUT ke-81 TNI, Forkopimcam Jampangkulon Bersihkan Pasar Cinagen dan Soroti Kendala Armada Sampah ‎

Kabar Daerah

Polri dan Media Perkuat Sinergi di Tengah Apel Kebangsaan PUI di Sukabumi

Kabar Daerah

Akta Cerai Dipersoalkan, Warga Kalibunder Mengaku Tak Pernah Menerima Panggilan Pengadilan Agama Cibadak