Forkompimda Kabupaten Sukabumi hadir Hari Buruh Internasional bersama yang digelar FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya/ Foto: Mediaaksara
MEDIAAKSARA.ID – Tak seperti perayaan Hari Buruh Internasional pada umumnya, ratusan buruh dari Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri Umum, Farmasi dan Kesehatan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KIKES KSBSI) Sukabumi Raya memperingatinya dengan halal bihalal dan sesi curhat bersama Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, di Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar.
Ketua FSB KIKES KSBSI Sukabumi Raya, Nendar Supriatna, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk baru dalam memperjuangkan aspirasi buruh tanpa harus turun ke jalan. “Kami diberi ruang untuk curhat, tidak perlu panas-panasan, tapi nilai perjuangan tetap ada,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, buruh menyampaikan keluhan seputar layanan kesehatan, akses jalan, tidak berfungsinya forum tripartit, hingga dampak perang dagang global terhadap sektor industri lokal. ” Kami ingin layanan kesehatan yang lebih baik, tripartit diaktifkan kembali, dan akses jalan diperhatikan,” ujar Nendar.
Namun, Nendar menegaskan, Serikat buruh tidak hanya mengeluh, melainkan juga menyodorkan alternatif solusi atas persoalan yang mereka hadapi. “Kami tidak tinggal diam, solusi selalu kami sertakan dan aspirasi akan terus dikawal,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan bahwa semua curhatan sudah diterima dan akan dibahas lebih lanjut secara teknis oleh pemerintah daerah.
“Kami tengah menyiapkan skema layanan kesehatan gratis di Puskesmas cukup dengan menunjukkan KTP Kabupaten Sukabumi,” kata Andreas.
Ia juga menyatakan akan menghidupkan kembali forum tripartit sebagai wadah dialog antara pemerintah, pengusaha, dan buruh. ” Tripartit akan coba kami aktifkan kembali,” tegasnya.
Andreas menambahkan, partisipasi buruh dan masyarakat juga penting untuk mendorong kemajuan daerah. Ia mengajak semua pihak mendukung iklim investasi yang sehat agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dan lapangan kerja terbuka luas. ” Jangan beri ruang untuk pihak yang mempersulit investasi. Investasi yang masuk bisa bantu sejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : De
Redaktur: Rapik Utama







