Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melantik dan mengambil sumpah janji 62 pejabat dan menyoroti tiga persoalan prioritas, yakni stunting, pengangguran, dan kemiskinan di Balai Kota Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melantik dan mengambil sumpah 62 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (2/11/2026).
Pelantikan meliputi 10 pejabat eselon III, 30 pejabat eselon IV, dan 22 pejabat fungsional. Penataan jabatan ini menjadi bagian dari pembenahan birokrasi dan penguatan kinerja aparatur pemerintahan.
Dalam arahannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya integritas, kejujuran, kebenaran, dan keadilan dalam menjalankan amanah jabatan. Ia juga mengingatkan agar kewenangan dan fasilitas negara tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Selain itu, Wali Kota menetapkan tiga persoalan prioritas yang harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, yakni stunting, pengangguran, dan kemiskinan.
Berdasarkan data Semester I 2026, Kota Sukabumi mencatat 1.626 kasus stunting di tujuh kecamatan. Baros menjadi wilayah dengan kasus tertinggi sebanyak 433 kasus, disusul Warudoyong 366 kasus dan Cibeureum 239 kasus.
BACA JUGA :
Akun Anonim Diduga Catut Nama Kades dan Peras Warga Sukabumi, Polisi Turun Tangan
Sementara itu, data agregat Dukcapil mencatat 10.367 warga berusia 18–35 tahun berstatus belum atau tidak bekerja.
Ayep menegaskan, jabatan bukan sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui hasil kerja nyata. Ia meminta para pejabat bekerja profesional, menyajikan laporan kinerja dan keuangan secara transparan, serta memberikan pelayanan publik tanpa diskriminasi.
Pelayanan juga harus memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Pelantikan 62 pejabat tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kinerja birokrasi, khususnya dalam menekan stunting, memperluas kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Menurutnya, keberhasilan aparatur tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap sumpah jabatan, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Reporter : Ronald Alexander
Redaktur : Rapik Utama







