Program LUTD, PLN Bantu 11 Keluarga Prasejahtera di Bandung Barat Miliki Listrik Mandiri / Foto: Istimewa
BANDUNG BARAT, MEDIAAKSARA.ID – Setelah puluhan tahun bergantung pada sambungan listrik milik keluarga, impian Tatang dan Caca, warga Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya terwujud. Melalui program Light Up The Dream (LUTD), PLN memberikan sambungan listrik gratis agar keduanya dapat menikmati listrik secara mandiri.
Selama lebih dari 30 tahun, Tatang harus berbagi satu meteran listrik dengan dua keluarga lainnya. Kondisi ekonomi yang terbatas membuatnya belum mampu memasang sambungan sendiri. Bahkan, peralatan rumah tangga seperti penanak nasi dan setrika jarang digunakan karena khawatir daya listrik tidak mencukupi.
Untuk menonton pertandingan Persib Bandung, Tatang terkadang harus pergi ke rumah saudaranya.
Kini, melalui bantuan PLN, Tatang dapat menikmati sambungan listrik mandiri berdaya 450 VA. Bantuan juga membuka harapan baru bagi keluarganya, termasuk keinginan sang istri untuk membeli lemari es dan merintis usaha kecil dari rumah.
Kisah serupa dialami Caca yang lebih dari 20 tahun menumpang sambungan listrik milik saudaranya. Bekerja sebagai buruh dan serabutan dengan penghasilan tidak menentu, membuat impian memiliki meteran sendiri sulit diwujudkan.
BACA JUGA :
Usulan PJU Desa di Sukabumi, Yusuf Ridwan Tunggu Finalisasi Anggaran Jabar 2027
”Saya senang dan bersyukur sekarang sudah punya sambungan listrik sendiri di rumah. Impian saya akhirnya terwujud,” ungkap Caca.
Kebahagiaan juga dirasakan istri dan anak-anaknya. Selama ini, putri bungsunya, Nadia, yang masih duduk di kelas I sekolah dasar, harus pergi ke rumah saudara jika ingin menonton televisi. Kini, keluarga berharap dapat membeli televisi agar bisa menikmati waktu bersama di rumah.
Tatang dan Caca merupakan dua dari 11 keluarga prasejahtera di Desa Sadangmekar yang menerima bantuan sambungan listrik gratis dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, Rabu (28/10/2026).
Kepala Desa Sadangmekar, Dede Paridi, mengatakan jaringan listrik PLN sebenarnya telah menjangkau wilayahnya. Namun, keterbatasan ekonomi masih membuat sebagian warga belum mampu memiliki sambungan mandiri. Bahkan, terdapat satu meteran yang digunakan hingga enam rumah.
BACA JUGA :
DPRD Sukabumi Dalami Dugaan Ketidaktransparanan Dana Hibah Disbudpora
Menurutnya, program LUTD sangat membantu masyarakat kurang mampu dan diharapkan dapat terus berlanjut, termasuk menjangkau fasilitas umum seperti PAUD dan posyandu.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan program LUTD bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
”Bagi sebagian orang, memiliki meteran listrik sendiri mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi keluarga yang telah puluhan tahun bergantung pada sambungan orang lain, hal ini merupakan mimpi besar yang akhirnya terwujud,” ujar Joharifin.
Ia berharap akses listrik mandiri dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga, mendukung aktivitas belajar anak, serta membuka peluang usaha produktif dari rumah.
BACA JUGA :
Perusahaan Kuasai HGU Didorong Tertib Izin Usaha, DPMPTSP Sukabumi Tekankan Integrasi OSS
Pada momentum HLN ke-81, PLN UID Jawa Barat bersama PLN Group menggalang solidaritas untuk menghadirkan 2.710 sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Jawa Barat.
Program ini melanjutkan kontribusi insan PLN UID Jawa Barat yang sejak 2023 telah menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui LUTD.
Pelaksanaannya didukung donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi sejumlah entitas PLN Group.
Bagi Tatang, Caca, dan keluarga penerima manfaat lainnya, sambungan listrik mandiri bukan sekadar fasilitas penerangan. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan kenyamanan, membuka peluang ekonomi, serta mewujudkan harapan yang selama bertahun-tahun tertunda.
Sumber: Darry Giovanno Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat
Redaktur : Rapik Utama







