Abed Saeed Baghazal (tengah memakai kaos putih) memfasilitasi bantuan donatur Qatar lebih dari Rp7,3 miliar untuk pembangunan lima masjid di Bogor dan Sukabumi/ Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Kepedulian terhadap pengembangan sarana keagamaan dan pendidikan Islam di Indonesia mendorong Abed Saeed Baghazal, seorang konsultan asal Qatar, menyalurkan bantuan dari sejumlah donatur untuk pembangunan fasilitas umat Muslim.
Selama hampir 35 tahun, Abed berkecimpung dalam dunia usaha dan konsultasi, termasuk menjembatani bantuan para donatur Qatar untuk sejumlah negara di Afrika dan Indonesia.
Keterlibatannya dalam kegiatan sosial keagamaan di Indonesia berawal dari pertemuannya dengan Ahmad Riyaz Mukhtar, pengelola yayasan panti asuhan di Cihideung, Bogor, sekitar 30 tahun lalu.
Dari hubungan silaturahmi, keduanya kemudian berkomitmen membantu masyarakat Muslim, khususnya di wilayah yang membutuhkan sarana pendidikan dan keagamaan.
BACA JUGA :
Presiden Prabowo Resmikan Kampus Cimahi Jabar, Perluas Akses Pendidikan Gratis SMA Taruna Nusantara
Dalam tiga tahun terakhir, kerja sama diwujudkan melalui pembangunan sejumlah fasilitas, di antaranya masjid, pusat tahfiz Al-Qur’an, sekolah bahasa Arab, dan panti asuhan.
Setelah sebelumnya membantu pembangunan dua masjid di Bogor, kini keduanya tengah merealisasikan pembangunan tiga masjid di Sukabumi, masing-masing di wilayah Palabuhanratu, Cibeureum Kota Sukabumi, dan Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi.
Menurut Abed, total bantuan dari sejumlah donatur Qatar untuk berbagai pembangunan telah mencapai lebih dari Rp7,3 miliar.
Beberapa donatur yang terlibat di antaranya Mohamed Ali Al-Ansari, Ismail Al-Maliki, dan Mohammed Ibrahim Al-Mulla.
BACA JUGA :
MUI Apresiasi Penetapan Biaya dan Jadwal Haji 2027 Lebih Awal dan Ingatkan Kemenhaj Profesional
Abed menjelaskan, dalam kerja sama dirinya bertugas mencari donatur, sedangkan Ahmad Riyaz Mukhtar mengoordinasikan pencarian lahan dan pelaksanaan pembangunan.
Ia mengaku menjalankan kegiatan sosial atas dasar ibadah dan tidak menerima imbalan. Bahkan, biaya perjalanan, akomodasi, dan transportasi selama menjalankan kegiatan di Indonesia ditanggung secara pribadi.
Melalui pembangunan sarana keagamaan dan pendidikan, Abed berharap masyarakat dapat memperoleh akses pembelajaran Islam yang lebih baik, termasuk pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah.
Ia juga berharap seluruh kegiatan sosial memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta menjadi amal kebaikan bagi para donatur dan pihak yang terlibat.
Sumber: Abah Hamzah
Redaktur : Rapik Utama







