Home / Pemerintahan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Konsumsi Listrik Jabar Tumbuh 6,28 Persen, Sektor Bisnis dan Industri Jadi Penopang

‎Petugas PLN UID Jawa Barat melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk peningkatan pelayanan kelistrikan / Foto: Istimewa 

‎BANDUNG, MEDIAAKSARA.ID – Konsumsi listrik di Jawa Barat meningkat 6,28 persen sepanjang Januari hingga September 2026. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat penjualan tenaga listrik mencapai 50,04 terawatt hour (TWh), naik dari 47,08 TWh pada periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor bisnis dan industri, yang menunjukkan peningkatan kebutuhan energi seiring berkembangnya aktivitas usaha dan produksi di Jawa Barat.

‎Berdasarkan data PLN UID Jawa Barat, sektor bisnis mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,6 persen, dari 7,62 TWh menjadi 8,35 TWh. Sementara itu, penjualan listrik sektor industri meningkat 7,17 persen, dari 19,22 TWh menjadi 20,60 TWh.

‎Adapun sektor rumah tangga tumbuh 4,06 persen, dari 17,59 TWh menjadi 18,31 TWh. Ketiga sektor tersebut berkontribusi sebesar 94,44 persen terhadap total penjualan listrik di Jawa Barat. Sisanya berasal dari sektor sosial, pemerintahan, layanan khusus, dan traksi.

‎General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan peningkatan konsumsi listrik menjadi salah satu indikator bergeraknya aktivitas ekonomi sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan energi untuk mendukung produktivitas masyarakat dan dunia usaha.


BACA JUGA : ‎

Tim Gabungan Verifikasi Puskesmas Sekarwangi Cibadak, Pelayanan Kesehatan Sukabumi Tetap Optimal

‎”Pertumbuhan konsumsi listrik ini menjadi salah satu cerminan bergeraknya aktivitas ekonomi di Jawa Barat. Bagi PLN, hal ini bukan sekadar peningkatan penjualan energi, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan dunia usaha dan masyarakat terhadap pasokan listrik yang andal,” ujar Joharifin dalam keterangan resminya.

‎Menurut dia, PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan agar pasokan listrik dapat menunjang produktivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Pertumbuhan konsumsi listrik juga terlihat pada pelanggan bisnis berskala besar. Hingga September 2026, konsumsi listrik kelompok pelanggan tersebut mencapai 3.651 gigawatt hour (GWh), meningkat 253 GWh atau 7,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Di sektor industri, konsumsi listrik pada sejumlah kelompok pelanggan tercatat mencapai 19.388 GWh, naik 1.285 GWh atau 7,09 persen secara tahunan.

‎Industri kertas menjadi penyumbang pertumbuhan konsumsi terbesar dengan tambahan 249,62 GWh. Berikutnya, industri besi, baja, dan logam bertambah 237,82 GWh, sedangkan industri makanan dan minuman meningkat 187,97 GWh.

‎Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan pengolahan. Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional, efisiensi, dan produktivitas industri.


‎BACA JUGA : ‎

PANKREAS SMPN 10 Kota Sukabumi Kembangkan Bakat Siswa dan Lestarikan Budaya Nusantara ‎

‎Secara kewilayahan, pertumbuhan penjualan listrik hingga September 2026 tercatat di sejumlah daerah. Karawang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,30 persen, disusul Indramayu sebesar 9,22 persen dan Sumedang sebesar 8,59 persen.

‎Tren tersebut menunjukkan peningkatan kebutuhan energi listrik di berbagai wilayah Jawa Barat, meskipun pertumbuhan konsumsi listrik tidak secara langsung menggambarkan seluruh kondisi perekonomian suatu daerah.

‎Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN UID Jawa Barat memperkuat kesiapan sistem kelistrikan melalui pemeliharaan jaringan, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta optimalisasi pengelolaan sistem distribusi.

‎Joharifin menegaskan, PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar kebutuhan listrik masyarakat maupun dunia usaha dapat terpenuhi.

‎”Setiap peningkatan kebutuhan listrik adalah tanggung jawab yang harus kami jawab dengan kesiapan dan pelayanan terbaik. Seluruh insan PLN terus bekerja menjaga keandalan pasokan, memperkuat infrastruktur, dan memastikan listrik hadir untuk mendukung aktivitas masyarakat serta produktivitas dunia usaha,” tutupnya.

‎

‎Sumber: Rilis PLN UID Jabar No. 42.KOM/UID JABAR/2026.

‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

‎PWI Kabupaten Sukabumi Periode 2026–2029 Dilantik Ketua Jabar, Usung Visi MASAGI dan Misi KUAT

Pemerintahan

Wali Kota Sukabumi Tekankan Tertib Administrasi Pertanahan untuk Cegah Konflik

Pemerintahan

Milangkala Surade 2026 Siap Digelar, Panitia Targetkan Perayaan Meriah dan Pelestarian Budaya Sunda

Pemerintahan

Tim Gabungan Verifikasi Puskesmas Sekarwangi Cibadak, Pelayanan Kesehatan Sukabumi Tetap Optimal

Pemerintahan

Semangat Porprov XV Jabar 2026, Bupati Sukabumi Lepas Atlet KONI dengan Target 10 Besar

Pemerintahan

Operasi Patuh Lodaya 2026 Sukabumi Dimulai, Pelanggar Lalu Lintas Jadi Sasaran Sampai November

Pemerintahan

PANKREAS SMPN 10 Kota Sukabumi Kembangkan Bakat Siswa dan Lestarikan Budaya Nusantara ‎

Pemerintahan

Relawan Sukabumi Diajak Perkuat Kolaborasi dan Mitigasi Bencana ‎