Aksi Bakar Ban dan Blokade JLS Sukabumi, Mahasiswa BEM Nusantara Tagih Janji Pemerintahan Prabowo-Gibran/ Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Jawa Barat menggelar aksi evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jalur Lintas Selatan (JLS), Sukabumi, Kamis (23/10/2026) sore.
Dalam aksi kaum pergerakan, mahasiswa sempat membakar ban dan memblokade jalan sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti tiga persoalan utama, yakni kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat, penyempitan ruang sipil, serta program pemerintah yang dinilai belum tepat sasaran.
Koordinator Aksi BEM Nusantara Jawa Barat, Rahmadi El Maki, mengatakan aksi merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan selama dua tahun terakhir.
”Ini momentum yang tepat untuk evaluasi, menagih janji, dan menanyakan arah kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat kecil,” ujar Rahmadi di lokasi aksi.
Baca Juga :
Kekeringan Berlanjut: BPBD Sukabumi Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 200 KK Warga Cikakak
Mahasiswa turut mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka nilai masih menghadapi persoalan di sejumlah sekolah. Mereka juga menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum menunjukkan perkembangan sesuai harapan.
Selain itu, massa aksi mempertanyakan keterlibatan TNI dalam pengelolaan koperasi desa hingga aktivitas pertanian dan konstruksi. Menurut Rahmadi, kondisi memprihatinkan ini memunculkan kekhawatiran mengenai semakin terbatasnya ruang bagi masyarakat sipil dan meluasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil.
Persoalan lingkungan juga menjadi sorotan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga berkaitan dengan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Mahasiswa turut mendesak agar bencana di Garut mendapat penanganan serius dari pemerintah pusat, termasuk mempertimbangkan penetapan status bencana nasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi di jalur lalu lintas menarik perhatian pengguna jalan. Salah satu poster yang menarik perhatian yang dibawa peserta aksi yaitu ilustrasi perempuan berbaju kuning menjadi sorotan di media sosial karena memuat kritik bernada satir terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Baca Juga :
Rahmadi menjelaskan, pemilihan Jalur Lintas Selatan sebagai lokasi aksi didasari kekecewaan mahasiswa terhadap lembaga legislatif dan eksekutif. Mereka berharap aspirasi dapat dilihat langsung oleh masyarakat luas.
”Kami sudah tidak percaya dengan legislatif dan eksekutif, makanya kami mengambil lokasi di daerah yang memang bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” katanya.
Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal janji-janji pemerintah dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Mereka juga menegaskan pentingnya pemanfaatan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Hingga berita diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak terkait mengenai kritik dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Reporter : M. Afnan
Redaktur : Rapik Utama







