Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Sigit Wirdawadi diwawancara awak media di Pendopo / Foto: MediaAksara
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyiapkan sekitar 700 kuota pelatihan kerja hingga akhir 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat, memperluas peluang usaha, dan menekan angka pengangguran terbuka.
Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Sigit Wirdawadi, mengatakan program pelatihan diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta sejumlah perangkat daerah untuk menyesuaikan keterampilan peserta dengan kebutuhan dunia industri dan peluang kewirausahaan.
”Harapannya ada dua, yakni meningkatkan kemampuan warga untuk berwirausaha dan membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan industri. Hasil dari pelatihan akan kita lihat pada Desember mendatang,” ujar Sigit seusai menghadiri rapat koordinasi persiapan Porprov Jawa Barat bersama KONI di Pendopo Sukabumi, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Sukabumi, sebanyak 196 warga telah mengikuti pelatihan kerja sepanjang 2026. Sementara itu, kuota yang direncanakan hingga akhir tahun mencapai sekitar 700 peserta.
Pelaksanaan program melibatkan lima perangkat daerah, yakni DKUKM, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Disnaker, dan Dinas Perikanan. Materi pelatihan disesuaikan dengan bidang serta kebutuhan masing-masing sektor.
BACA JUGA :
Akses Listrik Nasional Belum Merata, 299 Rumah di Girijaya Sukabumi Menanti Jabar Caang
Langkah ini dinilai penting di tengah tantangan ketenagakerjaan Kabupaten Sukabumi. Sigit menyebutkan, jumlah pencari kerja yang tercatat hingga Agustus 2026 mencapai 14.334 orang. Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran terbuka pada 2025 mencapai sekitar 110.000 orang.
Menurut Sigit, terdapat indikasi penurunan angka pengangguran pada 2026. Namun, perkembangan prosentase masih perlu dikonfirmasi melalui data statistik resmi yang telah dirilis.
Di sisi lain, kondisi ekonomi turut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait potensi pengurangan aktivitas usaha hingga penutupan perusahaan yang dapat memengaruhi kesempatan kerja masyarakat.
”Kami khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini apabila semakin banyak perusahaan yang menutup usahanya. Hal ini tentu akan berdampak terhadap masyarakat pencari kerja,” ungkapnya.
BACA JUGA :
Sepakat Bupati Sukabumi dan Kodim 0607 Terima Aspirasi Petani soal Relokasi Lahan Yon TP 345
Sigit menilai, peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Pasalnya, kemampuan perusahaan dalam menyediakan lapangan kerja tidak selalu sebanding dengan jumlah pencari kerja yang tersedia.
Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong peserta memperoleh pekerjaan yang layak atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Sigit mengapresiasi dukungan Bupati Sukabumi dalam memperkuat kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Kolaborasi telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan kerja sama antara Bupati Sukabumi dan kepala balai, yang turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi salah satu strategi memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Disnaker Kabupaten Sukabumi pun akan terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta terciptanya hubungan industrial yang kondusif.
Sumber : @Er
Redaktur : Rapik Utama







