Kunjungan Camat Caringin Ridwan Agus Mulyawan bersama Kepala Puskesmas ke rumah keluarga Aye warga Kampung Cipuntang, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi / Foto: Istimewa
CARINGIN, MEDIAAKSARA.ID – Keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik tidak selalu menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Hal itu terlihat dari aktivitas keluarga Aye dan Salas, warga Kampung Cipuntang, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, yang tetap mengembangkan potensi seni di tengah berbagai keterbatasan.
Aye, 18 tahun, merupakan penyandang disabilitas sejak lahir dan saat ini tercatat sebagai siswa kelas XI Madrasah Aliyah At-Toyyibah Cipuntang. Ia memiliki ketertarikan dan bakat di bidang seni lukis.
Sementara sang kakak, Salas, yang juga memiliki disabilitas sejak lahir, telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat MI/SD. Salas memiliki minat dalam bidang sastra, khususnya menulis puisi.
Potensi keduanya mendapat perhatian setelah kondisi keluarga mereka menjadi perbincangan di tengah masyarakat, baik melalui pemberitaan maupun media sosial.
Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Caringin Ridwan Agus Mulyawan bersama Kepala Puskesmas melakukan silaturahmi dan kunjungan ke kediaman keluarga Aye, Senin (5/10/2026).
Baca Juga :
Dalam kunjungannya, pihak kecamatan memastikan kondisi keluarga sekaligus melihat secara langsung potensi yang dimiliki kedua bersaudara.
Ridwan mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, keluarga Aye termasuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Data yang dilihat dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN) juga menunjukkan keluarga tersebut berada pada desil 1.
Menurutnya, keluarga tersebut sebelumnya tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sejak 2024, namun status bantuan kemudian terpending dengan keterangan graduasi.
”Kami telah berkoordinasi dengan rekan PKH untuk pengusulan kembali,” kata Ridwan melalui sambungan seluler.
Selain aspek sosial dan ekonomi, kunjungan juga menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan keluarga. Pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan dan diketahui keluarga tersebut telah terdata dalam penanganan tuberkulosis (TB) serta sedang menjalani proses penyembuhan.
Baca Juga :
Ridwan menegaskan, pemerintah kecamatan akan berupaya melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
”Insyaallah ke depannya sebulan sekali kami akan bersilaturahmi dalam rangka memantau kondisi kesehatan keluarga Aye,” ujarnya.
Tak hanya pada aspek kesehatan dan bantuan sosial, Kecamatan Caringin juga berupaya mendorong potensi yang dimiliki Aye agar dapat berkembang dan menjadi salah satu peluang pemberdayaan.
Salah satunya dengan memberikan ruang bagi Aye untuk mengembangkan kemampuan melukis. Kecamatan Caringin memesan tiga lukisan karya Aye untuk dipasang di kantor kecamatan sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap bakat yang dimilikinya.
Baca Juga :
Keterbatasan Tak Halangi Karya: Difabel Cipuntang Sukabumi Lukis Wajah Mirip KDM dan Menulis Sastra
”Kami akan berupaya memberdayakan keahlian melukis Aye. Salah satu strateginya, kami memesan tiga lukisan dan akan memasangnya di kantor kecamatan dalam rangka membantu mempromosikan keahlian melukis Aye,” tutur Ridwan.
Menurut Ridwan, keterbatasan tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Dukungan dari lingkungan sekitar dinilai penting agar potensi yang dimiliki penyandang disabilitas dapat terus berkembang.
”Kami meyakini tidak ada hal yang tidak mungkin selama memiliki itikad baik. Ini juga sebagai salah satu bukti meskipun memiliki keterbatasan, Aye bukan berarti harus pasrah dan berdiam diri,” katanya.
Ridwan berharap berbagai upaya pendampingan dapat memberikan manfaat bagi Aye dan keluarganya serta membuka ruang yang lebih luas bagi keduanya untuk mengembangkan potensi.
”Mudah-mudahan upaya kami juga kehidupan keluarga Aye diridai Allah SWT dan menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan oleh Aye sekeluarga,” pungkasnya.
Reporter : Sr1 9
Redaktur: Rapik Utama







