Home / Pemerintahan

Kamis, 24 September 2026 - 12:08 WIB

FSKS Sukabumi Dilantik, Target KKS Kembali Jadi Sorotan: ODF Harus Tembus 80 Persen ‎

Pengurus FSKS se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di pendopo / Foto: MediaAksara

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Pengurus Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat (FSKS) se-Kabupaten Sukabumi masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

‎Pelantikan menjadi bagian dari upaya memperkuat peran FSKS dalam mendukung program kesehatan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat di tingkat kecamatan.

‎Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman itu dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) bersama unsur kecamatan dan Puskesmas.

‎Dalam arahannya, Sekda mengingatkan perjalanan Kabupaten Sukabumi dalam penyelenggaraan KKS. Kabupaten Sukabumi sebelumnya meraih penghargaan Swasti Saba Padapa pada 2015, Wiwerda pada 2017, serta Swasti Saba Wistara pada 2019 dan 2021.


Baca Juga :

Dugaan Kekerasan Seksual Siswi SD di Ciracap Didalami, Disdik Sukabumi Turun Tangan dan Koordinasi dengan DP3A

‎Namun, capaian tersebut tidak berlanjut pada penilaian 2023. Salah satu persyaratan yang menjadi evaluasi berkaitan dengan capaian wilayah berstatus Open Defecation Free (ODF) yang saat itu berada di kisaran 70 persen, atau masih di bawah batas minimal 80 persen.

‎”Hal ini yang menjadi evaluasi kita. Walaupun penilaian kita ke pusat sudah bagus, tetapi ketika ODF kita masih di bawah batas yang disyaratkan. Karena itu, capaian ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Ade.

‎Ia mendorong pengurus FSKS, camat, dan Puskesmas memperkuat koordinasi serta mengambil peran dalam pelaksanaan program kesehatan di wilayah masing-masing.

‎Menurutnya, keberadaan FSKS diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menggerakkan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


Baca Juga : ‎

Lahan 200 Hektare di Ciambar Diduga Terlantar, Komisi I DPRD Sukabumi Soroti Ketidakhadiran PT MMC dan BPN  ‎

‎Pelantikan pengurus FSKS tingkat kecamatan dilakukan oleh Wakil Ketua FSKSS, Erni Ade Suryaman. Ia menegaskan kepengurusan FSKS bukan sekadar pelengkap kelembagaan, melainkan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

‎‎”Pelantikan bukan sekadar seremonial atau formalitas belaka, melainkan titik awal pengabdian. Forum Silaturahmi Kecamatan Sehat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan,” ujarnya.

‎Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi KKS bersama unsur kecamatan dan Puskesmas. Koordinasi lintas sektor diharapkan memperkuat pelaksanaan program kesehatan dan peningkatan kualitas lingkungan di setiap wilayah.

‎Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong keterlibatan pemerintah, FSKS, Puskesmas, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat sebagai bagian dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

‎Reporter : Sr1

‎Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Anggaran Kecamatan Jadi Sorotan, TPPP Sukabumi Usulkan Dana Abadi FSKS Rp50 Juta

Pemerintahan

Desil Bukan Kewenangan Kades atau Dinsos tapi di BPS. Solusi Nasional: Perlinsos Libatkan Babinsa hingga Relawan

Pemerintahan

Lahan 200 Hektare di Ciambar Diduga Terlantar, Komisi I DPRD Sukabumi Soroti Ketidakhadiran PT MMC dan BPN  ‎

Pemerintahan

Serapan Anggaran Sukabumi Relatif Wajar, Bupati Soroti Kinerja Camat hingga Pelayanan Kesehatan

Pemerintahan

Komisi I DPRD Sukabumi Telisik Status Izin 4 Hotel, Ada yang Lengkap hingga Diberi Tenggat 31 Desember

Pemerintahan

16 SMP di Sukabumi Masuk Monitoring Revitalisasi, Kabid SMP Disdik Ungkap Perkembangan Tahap I dan II

Pemerintahan

UHC Sukabumi Diperkuat, Pemkab dan BPJS Cari Solusi di Tengah Efisiensi ‎

Pemerintahan

PPTPKH 2026 Mulai Verifikasi Empat Wilayah Sukabumi, Pemkab dan Perhutani Siapkan Pendampingan Lapangan ‎