Home / Pemerintahan

Senin, 7 September 2026 - 21:51 WIB

TKD Dipangkas, Bupati Sukabumi Ungkap Strategi Perubahan APBD 2026: Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

 

Paripurna Perubahan APBD 2026 diarahkan memperkuat fiskal, menjaga pelayanan publik, bencana dan mempertajam prioritas pembangunan / Foto: Istimewa 

‎SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID — Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Nota Pengantar Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.

‎Jawaban disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi di ruang sidang DPRD, Senin (7/9/2026).

‎Asep Japar menegaskan, penyesuaian Perubahan APBD dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi fiskal. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi berbagai sumber pendapatan.


Baca Juga : ‎

Jusuf Hamka Dorong Pengusaha Rangkul UMKM, Wisata Teras Alam Sukabumi Ditarget Jadi Penggerak Ekonomi Warga

‎Sejumlah langkah yang disiapkan meliputi pemutakhiran data, penguatan sistem pemungutan dan pengawasan, digitalisasi, optimalisasi aset daerah dan BUMD, serta pengembangan potensi ekonomi.

‎‎”Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan penerimaan tanpa menambah beban masyarakat maupun dunia usaha,” ujar Asep.

‎Menurutnya, penurunan Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 turut memengaruhi kemampuan keuangan Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan prioritas pembangunan sehingga tidak seluruh usulan dapat direalisasikan pada tahun berjalan.

‎Belanja daerah tetap diarahkan mendukung kebutuhan pemerintahan, pelayanan publik, dan program pembangunan prioritas.


‎Baca Juga : ‎

PA GMNI Sukabumi Raya Bergolak! Dewex Sapta Anugerah Terpilih, Marhaenisme Ditantang Turun ke Jalan Perjuangan Rakyat 

‎”Setiap perubahan alokasi anggaran harus memiliki dasar kebijakan yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menegaskan pentingnya memastikan perubahan APBD tetap memiliki orientasi kepentingan masyarakat.

‎DPRD juga menyoroti pentingnya kesiapan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi bencana alam, kondisi darurat, maupun kebutuhan mendesak masyarakat. Penggunaannya harus dilakukan secara cepat dan tepat, namun tetap mengikuti mekanisme serta prinsip akuntabilitas.

‎Pembahasan Perubahan APBD 2026 diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk mengevaluasi kinerja anggaran sekaligus mempertajam prioritas pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

‎

‎Sumber : Dokpim Setwan DPRD Kab. Sukabumi

‎‎Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

TMMD Kodim 0622 Sukabumi Hadirkan Air Bersih bagi SD dan 60 KK Warga Ciemas

Pemerintahan

Tripartit Sukabumi Bahas Iklim Investasi dan Perlindungan Pekerja

Pemerintahan

Perluas Akses Keuangan Masyarakat, Pemkab Sukabumi Perkuat Dukungan bagi UMKM ‎

Pemerintahan

‎Ironi Kelistrikan Nasional, Hampir 70 Rumah Warga di Cibadak Sukabumi Belum Teraliri Listrik

Pemerintahan

BSPS 2026 Sasar 200 Rumah di Sukabumi, Tambahan 100 Unit Dikawal Ribka Tjiptaning untuk 2027

Pemerintahan

Pemprov Jabar KDM Wajibkan Desa Buka APBDes 2026, Warga Bisa Awasi Anggaran Lewat Media Sosial

Pemerintahan

Hari Santri 2026: Santri Sukabumi Didorong Kuasai Teknologi dan Aktif Bangun Daerah

Pemerintahan

Data BPS: Pengangguran Sukabumi 110 Ribu, Disnaker Genjot Pelatihan dan Kewirausahaan