Home / Kabar Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Bajigur Pajagalan Sukabumi, Sensasi Jajanan Tradisional, Bikin Pengunjung Ketagihan Cita Rasa Jadul 

Bajigur Pajagalan di Kota Sukabumi menjadi destinasi jajajan tradisional favorit tradisional / Foto: MediaAksara

SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dan minuman kekinian, sebuah warung sederhana di Jalan Pajagalan, Kota Sukabumi, justru tetap menjadi magnet bagi para pencinta jajajan tradisional. Kedai Bajigur Pajagalan setiap sore dipadati pengunjung yang ingin menikmati hangatnya bajigur dan bandrek dengan aneka gorengan khas Nusantara.

Berlokasi di Jalan Pajagalan menuju Jalan Odeon atau persimpangan Jalan Nyomplong, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, kedai ini buka setiap hari mulai pukul 16.30 hingga 21.00 WIB.

Meski hanya menempati bangunan sederhana berukuran sekitar 6 x 8 meter dengan lima meja dan puluhan bangku kayu serta plastik, suasana hangat dan cita rasa autentik menjadi daya tarik utama. Pengunjung datang silih berganti, mulai dari pengendara sepeda motor hingga mobil pribadi, menunjukkan kenikmatan jajanan tradisional tidak mengenal latar belakang maupun kelas sosial.


Baca Juga :

Gegerbitung Sentra Kopi Sukabumi, Camat Ungkap Potensi 310 Hektare dan Tantangan Infrastruktur

Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat. Satu gelas bajigur atau bandrek dibanderol Rp6.000, sedangkan aneka gorengan tradisional dijual Rp5.000 untuk empat buah. Selain beragam gorengan, yaitu Ganasturi, Bala-bala, Rarawuan, Gehu Pisang, Martelor. Tersedia pula katimus, makanan khas berbahan dasar singkong yang dihaluskan, dicampur gula merah, lalu dikukus hingga menghasilkan rasa manis yang khas.

Antrian pembeli menunggu matangnya aneka gorengan tradisional seharga Rp5.000 untuk empat buah di kedai Bajigur Pajagalan Kota Sukabumi / Foto: MediaAksara
Antrian pembeli menunggu matangnya aneka gorengan tradisional seharga Rp5.000 untuk empat buah di kedai Bajigur Pajagalan Kota Sukabumi / Foto: MediaAksara

Cita rasa bajigur menjadi favorit pelanggan. Perpaduan gula aren, santan kelapa, dan rempah-rempah menghadirkan sensasi hangat yang pas dinikmati saat sore hingga malam hari. Nikmatnya semakin lengkap ketika disantap bersama gorengan hangat yang dicocol sambal, menghadirkan perpaduan gurih, pedas, dan manis yang menggugah selera.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Sukabumi, menikmati segelas bajigur atau bandrek di Kedai Bajigur Pajagalan dapat menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.


Baca Juga :

Konferensi PWI Jabar Harus Menjadi Teladan Demokrasi Pers yang Bermartabat Terhindar Politik Uang

Ditemani sang Istri, Usman (55 tahun), mengatakan dirinya telah berjualan di Pajagalan selama lima tahun. Istrinya merupakan generasi kedua penerus usaha keluarga yang sebelumnya dirintis oleh orang tua semenjak Ia dan Istrinya masih kecil, Abah Hasan Bisri, di kawasan Gang Lipur, Kota Sukabumi. Hingga kini, usaha di lokasi lama masih terus berjalan dan dikelola oleh saudaranya.

“Alhamdulillah kalau hari libur ramai pengunjung, padat merayap,” singkat Usman sambil melayani pembeli, Minggu (2/8/2026).

Keberadaan Bajigur Pajagalan menjadi bukti jajanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan cita rasa yang terjaga, harga terjangkau, dan suasana sederhana yang penuh kehangatan, kedai ini terus menjadi salah satu destinasi kuliner malam yang layak dikunjungi di Kota Sukabumi.

 

Reporter : Sr1

Redaktur : Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Satres Narkoba Polres Sukabumi Telusuri Jaringan Pemasok Sabu di Gunungguruh ‎

Kabar Daerah

BARA Desak Pemkab Sukabumi Perketat Pengawasan dan Uji Kelayakan Dapur SPPG

Kabar Daerah

Pengawasan SPPG Sukabumi Disorot, AMUSI Minta Hasil Inspeksi Dibuka ke Publik

Kabar Daerah

Karang Taruna Sukabumi Minta Maaf Soal Dugaan Peredaran Miras di Sekretariat Benteng, Bukan Oplosan dan Akui Ada 18 Botol ‎

Kabar Daerah

Pembangunan Masjid Cisayar Sukabumi Capai 85 Persen, CV Demi Karya: Ditargetkan Selesai Desember 2026

Kabar Daerah

Dari Jembatan Bambu Menjadi Jembatan Gantung Kokoh, TNI Bangun Akses Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

Kabar Daerah

Gunung Tumpeng dan Pulau Kunti Sukabumi, Dua Jejak Geologi yang Mengungkap Sejarah Samudera Purba di Ciletuh ‎

Kabar Daerah

Petani Baru Ajol Sukabumi Minta Kepastian Status Lahan Eks PTPN dan Tidak Menolak Pembangunan Yonif TP 345