DPRD Kota Sukabumi mengusulkan regrouping SD Negeri yang minim siswa dalam rakor bersama Dinas Pendidikan Kota Sukabumi / Foto: Istimewa
SUKABUMI, MEDIAAKSARA.ID – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, mendorong evaluasi terhadap keberadaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang selama beberapa tahun berturut-turut mengalami kekurangan peserta didik baru. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Danny, kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah perlu dipertimbangkan sebagai langkah strategis meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pendidikan. Regrouping bukan bertujuan menutup akses pendidikan, melainkan menata sekolah agar lebih efisien sesuai kondisi jumlah peserta didik.
Baca Juga :
Gerindra Pasang Badan Kawal DOB Sukabumi Utara, Siap Libatkan DPR RI untuk Tembus Moratorium
Ia menjelaskan, sekolah dengan jumlah murid yang ideal akan menciptakan proses pembelajaran yang lebih dinamis, meningkatkan interaksi antarsiswa, serta memaksimalkan pemanfaatan anggaran operasional, tenaga pendidik, dan fasilitas sekolah.
Selain itu, regrouping dinilai dapat mengoptimalkan distribusi guru dan kepala sekolah, memanfaatkan sarana-prasarana secara maksimal, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan di tengah perubahan demografi dan menurunnya angka kelahiran yang berdampak pada minimnya jumlah siswa di sejumlah SD Negeri.
Baca Juga :
Meski demikian, Danny menegaskan pelaksanaan regrouping harus dilakukan secara matang dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi akses pendidikan, harus memperhatikan jarak tempuh siswa, melibatkan orang tua, guru, komite sekolah, dan masyarakat, serta menjamin hak peserta didik, tenaga pendidik, dan pengelolaan aset sekolah.
“Apabila diterapkan berdasarkan data yang akurat dan perencanaan yang matang, regrouping dapat menjadi solusi untuk mewujudkan tata kelola pendidikan dasar yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas di Kota Sukabumi,” ujarnya dikutip awak media dari laman medsos pribadinya.
Reporter: Sr1
Redaktur: Rapik Utama







