Home / Kabar Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:10 WIB

Polemik Menu MBG di Bantargadung Jadi Sorotan, Penyelenggara Janjikan Evaluasi Menyeluruh

Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantargadung Sukabumi menjadi sorotan publik usai keluhan warga terkait kualitas dan komposisi makanan/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto paket makanan yang dinilai kurang memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap standar gizi program tersebut.

Foto menu MBG yang tersebar di media sosial Facebook memperlihatkan satu porsi makanan berisi nasi putih, dua buah jeruk, dua potong timun, dua lembar tahu, seiris tomat, otak-otak, serta satu kotak susu kemasan. Menu tersebut memicu berbagai komentar dari warganet karena dianggap terlalu sederhana.

Sejumlah warga juga menyoroti kualitas makanan, khususnya tekstur otak-otak yang disebut keras. Bahkan, dalam salah satu unggahan di media sosial, muncul dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan program.


“Tolong ini mah banyak banget korupsinya, masa sama otak-otak keras,” tulis seorang warganet dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, Senin (25/5/2026).

Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Bantargadung Bojonggaling 2, Dede Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi terkait distribusi paket MBG kategori 3B pada 25 Mei 2026.

“Kami dari pihak SPPG terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, khususnya terkait paket MBG kategori 3B yang didistribusikan pada hari Senin, 25 Mei 2026,”ujarnya, Selasa (26/5/2026).


Dede menjelaskan, komposisi menu saat itu disesuaikan dengan kebutuhan operasional distribusi untuk dua hari sekaligus, yakni Senin dan Selasa, 25–26 Mei 2026. Penyesuaian dilakukan karena pada 27–28 Mei 2026 terdapat hari libur nasional sehingga tidak ada pendistribusian makanan sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia juga mengakui keluhan masyarakat terkait kualitas makanan menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak penyelenggara. Menu otak-otak tersebut, kata dia, merupakan menu baru yang digunakan dalam distribusi MBG di wilayahnya.

“Ke depan kami akan terus melakukan pembenahan dan pengawasan agar pelayanan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, serta tetap mengedepankan kualitas,” katanya.


Selain itu, evaluasi telah disampaikan kepada seluruh penanggung jawab di lapangan, baik di sekolah maupun posyandu, guna memastikan adanya perbaikan dalam distribusi berikutnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting serta meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, transparansi, pengawasan, dan respons cepat terhadap keluhan publik dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap program tetap terjaga.

Masyarakat pun berharap evaluasi yang dijanjikan dapat segera direalisasikan sehingga tujuan utama program peningkatan gizi tidak terganggu oleh persoalan teknis di lapangan.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Penonton Padati Stadion Surya Kencana, Konser Musik Gen-Z Dongkrak Aktivitas Ekonomi Lokal

Kabar Daerah

Dua Desa di Jampangkulon Bersaing Jadi Wakil Anugerah Desa Mubarokah Tingkat Kabupaten Sukabumi

Kabar Daerah

Disporapar Buka Suara Soal Konser Surya Kencana, Izin Keramaian dan Semua Risiko Ditanggung EO

Kabar Daerah

DPRD Kota Sukabumi Soroti Konser Surya Kencana: Prioritas Keselamatan dan Perizinan 

Kabar Daerah

Konser Musik di Lapangan Surya Kencana: Disporapar Kota Sukabumi Belum Beri Penjelasan, Kecamatan Wardoy Ungkap Perizinan Ditempuh

Kabar Daerah

SPBJ Gelar Anniversary Ke-2 di Jampangkulon, Hadirkan Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim

Kabar Daerah

Tegur Kelompok Diduga Mabuk Amer, Satpam Pasar Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan, Tiga Pelaku Diamankan Polisi

Kabar Daerah

DPU Sukabumi Percepat Peningkatan Jalan Purwasedar–Cibodas, Warga Harap Kualitas Terjaga dan Tahan Lama