Home / Kabar Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:20 WIB

4 Bulan Pascabencana, Cijambe Sukabumi Berubah “Kampung Sunyi”, Warga Menunggu Kepastian Relokasi

Kampung Cijambe di Bantargadung Sukabumi berubah sunyi setelah bencana pergerakan tanah pada Februari 2026/ Foto: Istimewa

MEDIAAKSARA.ID — Empat bulan pascabencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, suasana kampung itu kini berubah sunyi bak “kampung mati tanpa penghuni”.

Tidak lagi terdengar suara anak-anak bermain maupun aktivitas warga di halaman rumah. Yang tersisa hanyalah puing bangunan, retakan tanah, dan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya sejak bencana terjadi pada awal Februari 2026 lalu.

Ratusan warga terdampak hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian. Sebagian bertahan di rumah kontrakan sederhana, sebagian lainnya menumpang di rumah kerabat sambil menunggu kepastian relokasi dari pemerintah.


Rumah-rumah yang sebelumnya berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Beberapa titik bahkan masih terlihat mengalami pergeseran tanah yang membuat warga takut kembali menempati lokasi tersebut.

Pemerintah diketahui telah memberikan bantuan uang kontrakan selama enam bulan kepada korban terdampak. Namun bantuan itu dinilai belum mampu menghilangkan keresahan warga yang masih menanti kejelasan terkait rumah pengganti.

Salah seorang korban, Annisa (38), mengaku masih trauma mengingat detik-detik rumahnya roboh akibat tanah bergerak.

“Waktu itu semuanya cepat sekali. Tiba-tiba tanah bergerak, rumah retak, terus roboh,” ujarnya saat ditemui, Jumat (8/5/2026).


Kini ia bersama kedua anaknya tinggal di rumah kontrakan seadanya. Menurutnya, kehilangan rumah bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi juga kehilangan rasa aman dan tempat pulang.

“Yang paling saya takutkan bukan soal ngontraknya, tapi nanti setelah enam bulan kami harus ke mana kalau belum ada rumah pengganti,” katanya sambil menahan air mata.


Kondisi Kampung Cijambe saat ini disebut semakin memprihatinkan. Banyak rumah dibiarkan kosong, jalan kampung sepi, dan kehidupan sosial warga yang sebelumnya erat perlahan terputus akibat bencana tersebut.

Di balik sunyinya kampung itu, tersimpan harapan ratusan korban agar pemerintah segera memberikan kepastian relokasi dan tempat tinggal yang layak untuk memulai kehidupan baru.

 

Reporter: Juliansyah

Redaktur: Rapik Utama

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

RSUD Jampangkulon Tembus Final PHBN Usai Tekuk PGRI 4-2

Kabar Daerah

Musim Kemarau Mengintai, Forkopimcam Jampangkulon Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Kabar Daerah

Karnaval Sekolah Rakyat Warnai HUT ke-81 RI di Sentra Phalamartha Sukabumi, Disabilitas Rasakan Kemerdekaan

Kabar Daerah

Gas! 41 Ribu Obat Keras dan 3.641 Botol Miras Disita Polres Sukabumi, 19 Pelaku Diciduk Polisi

Kabar Daerah

Tantan Sulton Bukhawan Terpilih Jadi Ketua PWI Jabar 2026-2031, Serukan Jaga Persatuan

Kabar Daerah

Penghitungan 755 Suara Berlangsung, Tantan Sulthon Unggul Sementara atas Hardiyansyah di Konferprov PWI Jabar

Kabar Daerah

HUT RI ke-81, Kecamatan Cireunghas Gebyar Ragam Kegiatan, Warga dan Generasi Muda Dilibatkan

Kabar Daerah

Gelar Budaya Pesona Kadudampit Sambut HUT RI dan HJKS: Wabup Sukabumi Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya